Dugaan Kelalaian di SPBE Cimuning: DPRD Kota Bekasi Minta Evaluasi Menyeluruh

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, di lokasi kebakaran SPBE Cimuning. (Jennus)

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, di lokasi kebakaran SPBE Cimuning. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi — Fakta baru terungkap dalam kasus kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyoroti adanya dugaan kelalaian di balik insiden yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, mengatakan, indikasi kelalaian mencuat setelah pihaknya memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Dalam rapat itu, DPRD menghadirkan dinas teknis, antara lain Dinas Tata Ruang (Distaru), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

Dari hasil pembahasan, aspek teknis keselamatan di fasilitas SPBE tersebut disebut telah memenuhi standar yang berlaku. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) juga menyatakan sarana pendukung, seperti hidran, telah sesuai prosedur.

Namun demikian, Anton menegaskan, persoalan utama dalam peristiwa ini tidak semata terkait pemenuhan standar operasional, melainkan dugaan kelalaian dalam pelaksanaan di lapangan.

“Ini bukan semata soal standar, melainkan dugaan kelalaian yang harus didalami,” ujar Anton saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

DPRD, lanjut dia, meminta Pemerintah Kota Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPBE yang beroperasi, terutama yang berada di kawasan permukiman. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, DPRD juga tengah meminta data lengkap jumlah SPBE di Kota Bekasi, termasuk yang berlokasi dekat permukiman warga. Hingga kini, data tersebut masih dalam proses pengumpulan oleh dinas terkait.

“Kami sudah meminta dinas mendata kembali jumlah SPBE, khususnya yang berada di kawasan permukiman,” kata Anton. (ihd)

Berita Terkait

Penyesuaian Kebijakan, WFH ASN di Kota Bekasi Kini Berlaku Setiap Jumat
Sinergi Bekasi–Jawa Barat Diperkuat Lewat Kunjungan Kerja DPRD Komisi II
DPRD Kota Bekasi Bedah LKPJ 2025, Soroti Mutu Layanan Kesehatan dan Pendidikan
DPRD Kota Bekasi Evaluasi SPBE Pascaledakan, Penutupan Permanen Jadi Opsi
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Tambun Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam Pribadi
Korban Ledakan Cimuning Jalani Perawatan ICU, Wawali Bekasi Minta Penanganan Terbaik
Kunjungan DPD RI ke Bekasi Dorong Penguatan Kolaborasi Pusat dan Daerah
Pemkot Bekasi Tanggung Penuh Biaya Korban Kebakaran SPBE

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:44 WIB

Penyesuaian Kebijakan, WFH ASN di Kota Bekasi Kini Berlaku Setiap Jumat

Senin, 6 April 2026 - 17:33 WIB

Sinergi Bekasi–Jawa Barat Diperkuat Lewat Kunjungan Kerja DPRD Komisi II

Senin, 6 April 2026 - 14:35 WIB

DPRD Kota Bekasi Bedah LKPJ 2025, Soroti Mutu Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Minggu, 5 April 2026 - 21:56 WIB

DPRD Kota Bekasi Evaluasi SPBE Pascaledakan, Penutupan Permanen Jadi Opsi

Jumat, 3 April 2026 - 22:01 WIB

Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Tambun Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam Pribadi

Berita Terbaru

jawa tengah

Pastikan Tepat Waktu, Dandim Wonosobo Tinjau Pembangunan KDKMP

Selasa, 7 Apr 2026 - 15:25 WIB