JENDELANUSANTARA COM, Jakarta — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengembangkan konsep Hospital Without Walls (HWW) sebagai strategi memperluas akses layanan kesehatan bermutu secara nasional dengan biaya yang tetap terjangkau. Inovasi yang digagas Direktur Utama RSCM, Dr. dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes, ini menegaskan peran rumah sakit rujukan nasional tidak hanya melayani pasien di dalam gedung, tetapi juga menjangkau masyarakat lintas wilayah.
Melalui konsep HWW, “tembok” rumah sakit dihilangkan secara konseptual. Layanan unggulan RSCM dibawa keluar, antara lain melalui kemitraan dengan rumah sakit daerah dan penguatan jejaring layanan. Upaya ini diarahkan untuk menjawab ketimpangan akses pelayanan kesehatan yang selama ini masih menjadi tantangan, terutama di luar kota-kota besar.
Implementasi HWW didukung oleh pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi. RSCM mengembangkan layanan telekonsultasi serta sistem pendaftaran mandiri berbasis digital melalui RSCMKU untuk memudahkan pasien mengakses layanan. Saat ini, penerapan HWW tengah berlangsung di lingkungan RSCM dan ditargetkan mencapai implementasi penuh dalam waktu dekat, sebelum direplikasi sebagai program berskala nasional.
Salah satu wujud konkret konsep tersebut hadir di RSCM Kencana yang mengembangkan berbagai layanan unggulan, termasuk di bidang kesehatan mental. Sebagai pusat rujukan nasional, RSCM Kencana menyediakan layanan kesehatan mental komprehensif melalui Poliklinik Jiwa Dewasa dengan dukungan tim dokter spesialis dan subspesialis. Pelayanan dirancang terpadu dengan fasilitas yang nyaman dan eksklusif, sejalan dengan konsep green hospital untuk mendukung proses pemulihan pasien.
Selain itu, RSCM Kencana juga menyediakan layanan kesehatan mental bagi pria dan pasangan yang mengintegrasikan aspek kesehatan fisik dan psikologis, termasuk terapi lanjutan sesuai kebutuhan pasien.
Inovasi lain turut memperkuat layanan di RSCM Kencana, antara lain pengembangan layanan genomik melalui panel genetik untuk penyakit familial guna meningkatkan ketepatan diagnosis. RSCM juga memanfaatkan teknologi robotik dalam tindakan bedah, termasuk operasi bedah hati, sebagai bagian dari transformasi layanan berbasis teknologi mutakhir. Di sisi kenyamanan layanan, Poli Eksekutif Madya dipindahkan ke kawasan Kanigara dengan akses melalui RSCM Kencana untuk meningkatkan pengalaman pasien.
Konsep Hospital Without Walls ini menjadi bagian dari disertasi doktor dr. Supriyanto dan mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan. Pemerintah menilai pendekatan tersebut sebagai strategi penting dalam mereplikasi layanan kesehatan berkualitas dari rumah sakit rujukan nasional ke berbagai daerah di Indonesia. (ihd)













