RSCM Dukung Kemandirian Kesehatan Nasional lewat Pengiriman Plasma ke Korea Selatan

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk yang menandai batch pengiriman plasma untuk fraksionasi. (Joke)

Truk yang menandai batch pengiriman plasma untuk fraksionasi. (Joke)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengambil bagian dalam upaya memperkuat kemandirian kesehatan nasional melalui kolaborasi pengiriman plasma manusia ke fasilitas fraksionasi di Korea Selatan. Plasma tersebut akan diolah menjadi bahan baku obat berbasis plasma yang memiliki nilai strategis dalam layanan kesehatan.

Pengiriman plasma ini dikelola oleh Unit Pengelolaan Darah RSCM dengan mengacu pada standar mutu dan keamanan internasional. Seluruh tahapan, mulai dari seleksi donor, pengambilan, penyimpanan, hingga distribusi plasma, dilakukan secara ketat untuk menjamin keamanan serta kualitas bahan baku obat yang dihasilkan.

Direktur Utama RSCM dr Supriyanto Dharmoredjo, Sl.B, FINACS, M.Kes, menyatakan, kerja sama fraksionasi plasma di luar negeri ini merupakan langkah transisi dalam pengembangan industri obat berbasis plasma di Indonesia. “Kebutuhan terhadap produk obat plasma, seperti albumin dan imunoglobulin, terus meningkat seiring kompleksitas layanan kesehatan. Melalui kolaborasi ini, Indonesia menyiapkan fondasi menuju kemandirian produksi obat plasma di dalam negeri,” ujarnya.

Selama ini, sebagian besar kebutuhan obat plasma nasional masih bergantung pada impor. Dengan pengiriman plasma ke fasilitas fraksionasi yang telah memiliki teknologi dan sertifikasi global, RSCM memastikan bahwa plasma dari donor Indonesia dapat diolah menjadi produk yang aman, efektif, dan memenuhi standar internasional.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi sarana alih pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. RSCM menilai, pengalaman kerja sama internasional akan mempercepat kesiapan Indonesia dalam membangun fasilitas fraksionasi plasma nasional di masa mendatang.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan, khususnya pada penyediaan obat esensial strategis. RSCM menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai rumah sakit rujukan nasional, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam mendukung sistem kesehatan nasional yang berkelanjutan dan mandiri. (ihd)

Berita Terkait

Program Sekolah Lansia Yogyakarta Kembali Bergulir Tahun 2026
Grand Slam Puri Open 2026 Angkat Semangat Sportivitas dan Kebersamaan
Wayang Punokawan Jadi Media Pembelajaran Karakter di SPS Asparagus Kentungan
Kepadatan Wisatawan di Malioboro Dongkrak Aktivitas Ekonomi Lokal
Pelepasan Santri ke Lirboyo, Dimyati Dorong Penguatan Keimanan dan Networking
Stop Kekacauan Bantargebang, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama Pemprov DKI
Profil Marsudin Nainggolan, Hakim yang Dorong Reformasi dan Inovasi Peradilan
Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 15:32 WIB

Program Sekolah Lansia Yogyakarta Kembali Bergulir Tahun 2026

Kamis, 9 April 2026 - 08:49 WIB

Grand Slam Puri Open 2026 Angkat Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

Senin, 6 April 2026 - 14:34 WIB

Wayang Punokawan Jadi Media Pembelajaran Karakter di SPS Asparagus Kentungan

Senin, 6 April 2026 - 09:06 WIB

Kepadatan Wisatawan di Malioboro Dongkrak Aktivitas Ekonomi Lokal

Sabtu, 4 April 2026 - 09:52 WIB

Pelepasan Santri ke Lirboyo, Dimyati Dorong Penguatan Keimanan dan Networking

Berita Terbaru