Disiplin Gaya Hidup, Kunci Konsistensi Lionel Messi di Usia Matang

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lionel Messi

Lionel Messi

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Lionel Messi tak pernah dikenal sebagai pesepak bola dengan postur besar dan kekuatan fisik mencolok. Namun, konsistensinya bertahan di level tertinggi sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade kembali menegaskan bahwa kebugaran bukan semata soal otot, melainkan disiplin. Hal itu kembali menjadi sorotan ketika Messi tetap tampil prima di tengah jadwal padat, termasuk saat menjalani Tur GOAT (Greatest of All Time) ke India.

Di tengah tuntutan pertandingan, latihan, dan perjalanan panjang, kondisi fisik Messi terlihat stabil. Publik pun bertanya-tanya tentang rahasia di balik kebugarannya. Jawabannya terletak pada perubahan mendasar yang ia lakukan sejak memasuki fase matang karier: pengelolaan gaya hidup secara ketat dan terukur.

Seiring bertambahnya usia, Messi menyadari bahwa pola hidup di awal kariernya tak lagi relevan. Pada masa muda, camilan manis, minuman bersoda, pizza, hingga daging merah kerap menjadi konsumsi harian. Namun, sinyal dari tubuh mengubah semuanya. Ia beberapa kali mengalami mual hingga muntah di tengah pertandingan, terutama sekitar 2014.

Momen itu menjadi titik balik ketika Messi mulai bekerja sama dengan ahli nutrisi asal Italia, Giuliano Poser. Fokusnya jelas: menekan peradangan, mempercepat pemulihan, dan menjaga kebugaran jangka panjang. Messi memahami bahwa apa yang aman di usia 18 tahun bisa menjadi beban saat mendekati usia 30.

Pola makan yang diterapkan tergolong sederhana, tetapi dijalankan dengan disiplin tinggi. Poser menekankan lima pilar utama: air, minyak zaitun, biji-bijian utuh, buah, dan sayuran. Kacang-kacangan serta biji-bijian turut melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya.

Sebaliknya, gula, tepung olahan, karbohidrat olahan, minuman bersoda, dan makanan cepat saji dibatasi ketat. Gula disebut sebagai salah satu pemicu peradangan yang dapat menghambat pemulihan otot. Konsumsi daging tidak dihapus sepenuhnya, tetapi dipilih secara selektif. Protein lebih banyak diperoleh dari ikan, ayam, serta minuman protein, dengan menu berbasis nabati mendominasi.

Persiapan jelang pertandingan juga dijalani secara sistematis. Sekitar 10 hari sebelum laga, asupan karbohidrat mulai dikurangi. Pada fase ini, Messi mengandalkan hidrasi optimal dan beberapa shake protein setiap hari. Lima hari sebelum pertandingan, sup sayuran dengan rempah seperti kunyit, jahe, dan ketumbar menjadi menu utama untuk membantu sirkulasi darah dan pemulihan.

Sehari sebelum laga, menu dibuat ringan —ikan atau ayam, kentang rebus, sayuran hijau, dan buah. Sekitar 90 menit sebelum pertandingan, Messi memilih buah musiman seperti pisang atau apel sebagai sumber energi cepat tanpa membebani pencernaan.

Dalam keseharian, Messi sepenuhnya menjauhi minuman bersoda. Ia lebih memilih yerba maté, minuman khas Amerika Selatan dengan kafein alami dan tanpa gula berlebih. Minuman ini kerap dikonsumsi sebelum latihan maupun pertandingan. Hidrasi dijaga ketat mengingat durasi laga yang bisa melampaui dua jam.

Di luar pola makan, rutinitas latihan menjadi penopang penting. Peregangan mendapat porsi besar. Selama di Barcelona, Messi dilaporkan melakukan peregangan hingga satu jam sebelum latihan intens. Tujuannya menjaga fleksibilitas dan menekan risiko cedera.

Latihan kekuatan pun tidak berfokus pada pembentukan massa otot. Beban ringan dan latihan berat badan seperti squat, lunge, glute bridge, serta latihan inti menjadi pilihan utama untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan. Daya tahan diasah melalui jogging, treadmill, dan bersepeda agar mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit.

Keunggulan Messi terletak pada kontrol kecepatan, bukan sekadar sprint panjang. Latihan dibagi ke dalam kecepatan linear, seperti sprint pendek dan akselerasi, serta kecepatan multiarah yang melatih kelincahan dan respons.

Setiap sesi selalu ditutup dengan pendinginan dan hidrasi. Bagi Messi, pemulihan bukan jeda pasif, melainkan bagian tak terpisahkan dari proses latihan. Disiplin inilah yang membuatnya tetap relevan, bahkan ketika usia terus bertambah dan tuntutan permainan kian tinggi. (ihd)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur
Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka
Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 
Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo
Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0
Ronaldo Komitmen Tetap di Al Nassr, Bawa Tim Puncaki Klasemen Liga Arab Saudi
Debut Maarten Paes dengan Ajax Tahan Imbang NEC Nijmegen
Jaros Cedera, Kiper Timnas Indonesia Berpeluang Debut bersama Ajax di Eredivise

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 13:32 WIB

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:42 WIB

Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:12 WIB

Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:05 WIB

Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:41 WIB

Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0

Berita Terbaru

Yogyakarta

Krista Exhibitions Buka 2026 dengan Jogja Food Expo

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:32 WIB