Anak Patah Tulang Korban Banjir Aceh Tamiang Dievakuasi Heli TNI AL

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim medis TNI AL membawa anak korban banjir bandang di Aceh Tamiang yang mengalami patah kaki ke KRI dr. Soeharso-990 untuk jalani perawatan medis, Kamis (11/12/2025). (Dispen TNI AL)

Tim medis TNI AL membawa anak korban banjir bandang di Aceh Tamiang yang mengalami patah kaki ke KRI dr. Soeharso-990 untuk jalani perawatan medis, Kamis (11/12/2025). (Dispen TNI AL)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta —Dari geladak KRI dr. Soeharso-990 yang tengah lego jangkar di Perairan Aceh Tamiang, helikopter Panther HS-1302 terbang rendah menembus langit mendung pada Kamis (11/12/2025). Misinya satu: mengevakuasi seorang anak berusia sembilan tahun, warga Dusun Kuala Pusung Kapal, yang mengalami patah tulang kaki akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, TNI Angkatan Laut menjelaskan bahwa keputusan untuk mengerahkan helikopter diambil setelah laporan medis menyebut kondisi korban membutuhkan penanganan segera dan tidak memungkinkan dijangkau melalui jalur darat.

“Evakuasi dilakukan setelah tim menerima laporan kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis segera serta sulit dijangkau melalui jalur darat,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul.

Helikopter Panther itu diterbangkan langsung dari KRI dr. Soeharso-990, kapal yang difungsikan sebagai rumah sakit terapung dalam operasi kemanusiaan pascabencana. Dengan prosedur evakuasi medis udara, tim penyelamat menjemput korban di desanya sebelum membawanya menuju kapal untuk mendapat perawatan lanjutan.

Setibanya di kapal, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal. Hasilnya menunjukkan adanya patah tulang pada bagian kaki. Korban kemudian ditangani dokter ortopedi dan tenaga kesehatan KRI dr. Soeharso-990 yang memberikan perawatan intensif.

“Kondisi korban dilaporkan stabil dan terus mendapat pemantauan dari tim medis guna dilakukan observasi,” kata Tunggul.

Menurut Tunggul, langkah cepat ini menjadi bagian dari dukungan penuh TNI AL dalam pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera.

Ia menegaskan bahwa personel, alutsista, dan sumber daya yang dikerahkan tidak akan mengendurkan layanan bagi warga terdampak banjir. “Kami akan terus memberikan dukungan optimal bagi masyarakat,” ujarnya. (ihd)

 

Berita Terkait

BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November
129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut
RIB 02 Dikerahkan, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Buahkan Hasil
Helikopter Dauphin Perkuat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak
Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam
Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat
Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November

Senin, 14 September 2026 - 14:56 WIB

129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut

Jumat, 11 September 2026 - 17:14 WIB

RIB 02 Dikerahkan, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Buahkan Hasil

Kamis, 10 September 2026 - 16:45 WIB

Helikopter Dauphin Perkuat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:57 WIB

Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak

Berita Terbaru