Carilah Ilmu hingga Negeri China: Jejak Para Kades Gali Praktik Pembangunan di Shandong

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para kepala desa dari Indonesia sedang menyaksikan dari dekat kolam ikan dalam sistem peternakan modern di Shandong, China. (Xinhua)

Para kepala desa dari Indonesia sedang menyaksikan dari dekat kolam ikan dalam sistem peternakan modern di Shandong, China. (Xinhua)

JENDELANUSANTARA.COM, Beijing — Pepatah “carilah ilmu hingga ke negeri Cina” seolah menemukan bentuk paling harfiahnya dalam langkah para kepala desa dari Indonesia. Sejak 2019, rombongan kades bergiliran bertolak ke China untuk mempelajari pembangunan pedesaan. Tahun ini, program memasuki sesi kelima, menandai konsistensi kerja sama antarkedua negara dalam memperkuat kapasitas pemimpin desa.

Sebanyak 26 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian pelatihan di sejumlah kota di Provinsi Shandong, China bagian timur. Mereka meninjau langsung model pengembangan industri pertanian modern, pusat pelatihan keterampilan, sistem pendidikan pedesaan, serta pembangunan infrastruktur lokal.

Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia ini merupakan kolaborasi antara Kedutaan Besar China di Indonesia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Setiap tahun, 20–30 kepala desa dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif selama beberapa hari di China. Hingga 2024, empat sesi sebelumnya telah melibatkan lebih dari 100 kades.

Salah satu alumnus, Hendrik Dwi Martono, Kepala Desa Purwosono, menuturkan sejumlah praktik yang dipelajari di China telah ia terapkan di tingkat desa, mulai dari penguatan administrasi hingga perbaikan layanan publik berbasis data.

Pada kunjungan terbaru, para peserta meninjau taman agrikultur berteknologi tinggi di Kota Shouguang, pusat hortikultura di Shandong. Lokasi itu menjadi contoh bagaimana teknologi sensor, rumah kaca modern, dan sistem irigasi cerdas dapat meningkatkan produktivitas tanpa memperluas lahan.

Dengan program yang terus berjalan, hubungan Indonesia–China dalam bidang pembangunan pedesaan tampak semakin erat. Para kades kembali ke tanah air dengan membawa gagasan baru—sebuah ikhtiar belajar lintas negara yang kini memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya.

Berita Terkait

Kerugian Akibat Penipuan Digital Tembus Rp7,5 Triliun, Komdigi Desak Operator Perkuat Fitur Anti-Scam
Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Peragakan 21 Adegan, Tersangka Akui Seluruh Perbuatannya
KPK Telusuri Dugaan Aset Gratifikasi Ma’ruf Cahyono, Istri dan Anak Diperiksa
Kasus Penyerangan Markas Cabang LMP Kabupaten Karo Mandek, Ratusan Massa Geruduk Polres
Jaksa Ajukan Banding atas Vonis 10 Tahun Nadiem, Terdakwa Tempuh Upaya Hukum Juga
Dinyatakan Terbukti Rugikan Negara Rp1,56 Triliun, Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara
Jelang Putusan Perkara Chromebook, PN Jakarta Pusat Perketat Pengamanan Sidang
Tiga Desa di Percut Sei Tuan Dikepung Busa Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kerugian Akibat Penipuan Digital Tembus Rp7,5 Triliun, Komdigi Desak Operator Perkuat Fitur Anti-Scam

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:18 WIB

Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Peragakan 21 Adegan, Tersangka Akui Seluruh Perbuatannya

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:18 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aset Gratifikasi Ma’ruf Cahyono, Istri dan Anak Diperiksa

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:23 WIB

Kasus Penyerangan Markas Cabang LMP Kabupaten Karo Mandek, Ratusan Massa Geruduk Polres

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WIB

Jaksa Ajukan Banding atas Vonis 10 Tahun Nadiem, Terdakwa Tempuh Upaya Hukum Juga

Berita Terbaru