Cedera Marquez di Mandalika, Guncangan Paniang di Tim Ducati

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Di paddock Ducati Corse, suasana musim penutup 2025 berubah muram. Rencana pengembangan motor baru yang semula penuh ambisi terpaksa direm mendadak. Gigi Dall’Igna, manajer umum Ducati, tak berusaha menutupi kekecewaannya. Cedera Marc Marquez di Mandalika, awal Oktober lalu, menciptakan efek domino yang panjang bagi tim pabrikan asal Italia itu.

“Sebelum kecelakaan Marc, kami ingin menguji beberapa hal pada balapan terakhir musim ini. Sekarang itu tidak mungkin dilakukan, dan itu masalah besar bagi kami,” ujar Dall’Igna dalam wawancara dengan laman resmi MotoGP, Kamis (6/11/2025)

Cedera bahu yang dialami Marquez ketika tampil di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, membuat sang juara dunia 2025 itu absen hingga akhir musim. Padahal, Ducati sudah menyiapkan sejumlah komponen baru untuk DesmosediciGP25 sebagai langkah awal menuju pengembangan motor musim 2026. Momentum pengujian pun lenyap.

Dall’Igna mengakui, performa DesmosediciGP25 belum sepenuhnya memuaskan. Motor anyar itu dinilai masih tertinggal dibandingkan versi sebelumnya, DesmosediciGP24, terutama pada sektor kendali dan stabilitas yang kerap dikeluhkan para pembalap selama musim 2025. “Sejujurnya, motor 2024 dan 2025 hampir sama. Kami tidak ingin mengambil risiko di awal tahun,” katanya.

Keputusan untuk bermain aman itu, kini disesalinya. “Saya tidak senang dengan motor 2025, karena ini bukan evolusi yang nyata. Tapi itu keputusan saya, titik,” ujar Dall’Igna, tanpa mencari kambing hitam.

Di luar garasi Ducati, persaingan mungkin sudah selesai—gelar juara dunia dan tim konstruksi telah dikunci. Namun di dalamnya, Marquez dan Dall’Igna masih harus berhadapan dengan musim dingin yang panjang: penyembuhan cedera, revisi mesin, dan pertanyaan yang menggantung—apakah dominasi merah Ducati bisa bertahan tanpa sang pembalap andalan? (ihd)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur
Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka
Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 
Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo
Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0
Ronaldo Komitmen Tetap di Al Nassr, Bawa Tim Puncaki Klasemen Liga Arab Saudi
Debut Maarten Paes dengan Ajax Tahan Imbang NEC Nijmegen
Jaros Cedera, Kiper Timnas Indonesia Berpeluang Debut bersama Ajax di Eredivise

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 13:32 WIB

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:42 WIB

Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:12 WIB

Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:05 WIB

Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:41 WIB

Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0

Berita Terbaru