Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV PalmCo Gandeng USU Kembangkan Riset Digitalisasi Perkebunan Nasional  

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 900

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 900

JENDELANUSANTARA.COM, Medan — Upaya mempercepat transformasi digital di sektor perkebunan terus bergulir. Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, menggandeng Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memperkuat riset terapan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang digitalisasi perkebunan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus USU, Medan, pekan lalu. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi tata kelola modern berbasis data di industri perkebunan nasional.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa transformasi digital bukan sekadar upaya mempercepat proses bisnis, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat pengelolaan risiko dan peningkatan kualitas SDM.

“Perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau tanah, tetapi tentang manusia dan seluruh sumber daya yang dikelola di dalamnya. Tujuan akhirnya adalah memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak pihak,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).

Pengelolaan Berbasis Data

PalmCo saat ini mengelola lebih dari 600.000 hektar areal perkebunan dengan sekitar 70.000 karyawan yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Skala besar ini, menurut Jatmiko, menuntut sistem kendali berbasis data untuk meminimalkan dua risiko utama: risiko operasional dan risiko investasi.

Melalui penerapan teknologi digital, PalmCo berupaya memperluas rentang kendali secara efektif dan efisien. Salah satu inovasi utama yang telah diterapkan adalah PalmCo Business Cockpit (PBC), sistem informasi terintegrasi yang menampilkan data operasional dan finansial secara real time.

Operator PBC berasal dari unit kebun dan pabrik yang bertugas secara bergilir. Pola ini, kata Jatmiko, mendorong pemerataan kemampuan analisis digital di seluruh lini kerja PalmCo.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sejumlah platform pendukung, seperti Agroview untuk pemantauan aset dan kondisi kebun jarak jauh, D-Farm untuk pencatatan aktivitas harian di lapangan, serta Intank untuk pemantauan volume dan kualitas persediaan secara langsung.

“Teknologi seperti pemetaan geospasial, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) kami manfaatkan untuk mendorong efisiensi produksi sekaligus menekan potensi kehilangan hasil,” ujar Jatmiko.

Ia menegaskan, digitalisasi di PalmCo bukan semata urusan otomasi, melainkan bagian dari strategi tata kelola yang lebih transparan, efisien, dan terukur.

Sinergi Kampus dan Industri

Dengan berbagai inisiatif transformasi digital yang telah dijalankan PalmCo tersebut, Dekan Fakultas Vokasi USU, Prof. Isfenti Sadalia, menyambut baik kemitraan ini. Ia menilai, keterlibatan dunia industri seperti PalmCo sangat penting dalam membangun kurikulum dan riset vokasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Kerja sama ini menjadi jembatan penting antara kampus dan industri. Mahasiswa kami akan belajar langsung dari praktik terbaik digitalisasi di sektor perkebunan,” ucap Isfenti.

Menurutnya, kemitraan riset dan pelatihan seperti ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga memperkuat kesiapan lulusan untuk menghadapi tantangan industri berbasis teknologi.

Fondasi Transformasi Nasional

Kolaborasi PalmCo dan USU menunjukkan arah baru bagi sektor perkebunan nasional—bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan fondasi utama dalam membangun tata kelola modern yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, PalmCo berperan sebagai salah satu motor transformasi di tubuh Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III (Persero)), dengan pendekatan berbasis data dan peningkatan kompetensi SDM sebagai poros utamanya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap investasi, inovasi, dan proses bisnis di PalmCo dapat memberikan dampak yang optimal, baik bagi perusahaan, karyawan, maupun masyarakat,” tutur Jatmiko.

Langkah sinergis ini diharapkan memperkuat arah pembangunan perkebunan nasional yang lebih efisien, inklusif, dan berdaya saing di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Berita Terkait

BPDP Tingkatkan Kompetensi 87 Pekebun Sawit Labusel, Produktivitas Naik
Rivay Bakkara Kembali Pimpin SMSI Siantar-Simalungun, Terpilih secara Aklamasi
Bukan Sekadar Toko, Gerai UMKM Syariah Sergai Jadi Rumah Baru Bagi Pelaku UMKM Lokal
Wagub Sumut Dorong Peningkatan Layanan Anak Lewat Revitalisasi UPTD Gunungsitoli
AMPHIBI Soroti Ancaman Limbah di Kawasan Mangrove saat Aksi Tanam 500 Bibit di Deli Serdang
Program Beasiswa Pendidikan Yayasan Gerakan Sumut Bergiat Resmi Diluncurkan
Menteri Ekraf Apresiasi Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta di Tapanuli Utara
Penertiban PETI oleh Gubernur Sumut Dinilai Wujud Komitmen Selamatkan Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:42 WIB

BPDP Tingkatkan Kompetensi 87 Pekebun Sawit Labusel, Produktivitas Naik

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Rivay Bakkara Kembali Pimpin SMSI Siantar-Simalungun, Terpilih secara Aklamasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:15 WIB

Bukan Sekadar Toko, Gerai UMKM Syariah Sergai Jadi Rumah Baru Bagi Pelaku UMKM Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:25 WIB

Wagub Sumut Dorong Peningkatan Layanan Anak Lewat Revitalisasi UPTD Gunungsitoli

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:00 WIB

AMPHIBI Soroti Ancaman Limbah di Kawasan Mangrove saat Aksi Tanam 500 Bibit di Deli Serdang

Berita Terbaru