UMY Dorong Desa Tangkil Jadi Sentra Bambu Lestari, Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAEKO.COM, Bantul — Tim Young Sustainable Initiative (YSI) dari International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Local Committee (IAAS LC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Pelatihan Budidaya Bambu di Padukuhan Tangkil, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Material Sustainability yang berfokus pada pembangunan desa berkelanjutan melalui pemanfaatan bambu sebagai komoditas unggulan lokal. Mengusung tema “Tanam Bambu Agar Lestari: Optimalisasi Budidaya Bambu Berkelanjutan Guna Menyongsong Desa Bambu Mandiri dan Lestari”, pelatihan diikuti sekitar 27 peserta, mayoritas pengrajin bambu di wilayah tersebut.

Untuk memperdalam wawasan peserta, panitia menghadirkan Taufik Hidayat, S.P., M.Sc., dosen Agroteknologi UMY sekaligus spesialis stress tanaman. Ia memaparkan teknik budidaya bambu yang baik serta pengendalian hama bubuk dan jamur yang sering menurunkan kualitas bahan baku.

“Bambu memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi rentan terhadap serangan jamur dan bubuk. Karena itu, diperlukan metode pengendalian yang aman, terutama jika bambu dipakai sebagai wadah makanan,” ujar Taufik.

Menjawab pertanyaan dari Riyanto, Ketua Kelompok Pengrajin Bambu MarkeTree, Taufik menyebut beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk pengendalian hama, seperti bulao, kapur bakar, garam, daun mimba, daun mahoni, daun jengkol, dan kulit jengkol.

Diskusi berlangsung interaktif. Warga bahkan mengusulkan agar hasil pelatihan dirangkum dalam panduan sederhana. Menanggapi hal itu, Taufik mendorong YSI IAAS LC UMY membuat leaflet edukatif berisi langkah praktis pengendalian hama alami untuk membantu pengrajin.

Pelatihan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sertifikat kepada narasumber, serta pemberian bibit bambu secara simbolis kepada kelompok pengrajin. Melalui kegiatan ini, YSI IAAS LC UMY berharap masyarakat Tangkil semakin terampil dalam budidaya bambu berkelanjutan dan memperkuat posisi desa sebagai sentra bambu mandiri, lestari, dan berdaya saing. (ihd)

Berita Terkait

UMY Perkuat Tata Kelola dan Reputasi Global lewat Benchmarking ke Malaysia
UMY–Pemkab Bantul Perpanjang Kemitraan, Fokuskan Penguatan Layanan Publik
Mahasiswa UMY Uji Pasal UU LLAJ ke MK Usai Kecelakaan Akibat Puntung Rokok
Siaga Bencana, Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 7 Sosialisasi Destana di Desa Ciparahu
Anggaran Riset Ditambah, UMY Ingatkan Pentingnya Ilmu Sosial dan Keadilan Pendanaan
UMY Mantapkan Arah Riset Berdampak lewat Empat Konferensi Internasional 2026
UMY Salurkan Water Purifier ke Langsa, Perkuat Akses Air Bersih Pascabanjir
Di Pengungsian Aceh, Tim Rescue UMY Tangani Pasien Kanker Lidah Stadium Lanjut
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:38 WIB

UMY Perkuat Tata Kelola dan Reputasi Global lewat Benchmarking ke Malaysia

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:43 WIB

UMY–Pemkab Bantul Perpanjang Kemitraan, Fokuskan Penguatan Layanan Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:39 WIB

Mahasiswa UMY Uji Pasal UU LLAJ ke MK Usai Kecelakaan Akibat Puntung Rokok

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:19 WIB

Siaga Bencana, Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 7 Sosialisasi Destana di Desa Ciparahu

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:57 WIB

Anggaran Riset Ditambah, UMY Ingatkan Pentingnya Ilmu Sosial dan Keadilan Pendanaan

Berita Terbaru