JOGJAEKO.COM, Bantul — Tim Young Sustainable Initiative (YSI) dari International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Local Committee (IAAS LC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Pelatihan Budidaya Bambu di Padukuhan Tangkil, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Material Sustainability yang berfokus pada pembangunan desa berkelanjutan melalui pemanfaatan bambu sebagai komoditas unggulan lokal. Mengusung tema “Tanam Bambu Agar Lestari: Optimalisasi Budidaya Bambu Berkelanjutan Guna Menyongsong Desa Bambu Mandiri dan Lestari”, pelatihan diikuti sekitar 27 peserta, mayoritas pengrajin bambu di wilayah tersebut.
Untuk memperdalam wawasan peserta, panitia menghadirkan Taufik Hidayat, S.P., M.Sc., dosen Agroteknologi UMY sekaligus spesialis stress tanaman. Ia memaparkan teknik budidaya bambu yang baik serta pengendalian hama bubuk dan jamur yang sering menurunkan kualitas bahan baku.
“Bambu memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi rentan terhadap serangan jamur dan bubuk. Karena itu, diperlukan metode pengendalian yang aman, terutama jika bambu dipakai sebagai wadah makanan,” ujar Taufik.
Menjawab pertanyaan dari Riyanto, Ketua Kelompok Pengrajin Bambu MarkeTree, Taufik menyebut beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk pengendalian hama, seperti bulao, kapur bakar, garam, daun mimba, daun mahoni, daun jengkol, dan kulit jengkol.
Diskusi berlangsung interaktif. Warga bahkan mengusulkan agar hasil pelatihan dirangkum dalam panduan sederhana. Menanggapi hal itu, Taufik mendorong YSI IAAS LC UMY membuat leaflet edukatif berisi langkah praktis pengendalian hama alami untuk membantu pengrajin.
Pelatihan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sertifikat kepada narasumber, serta pemberian bibit bambu secara simbolis kepada kelompok pengrajin. Melalui kegiatan ini, YSI IAAS LC UMY berharap masyarakat Tangkil semakin terampil dalam budidaya bambu berkelanjutan dan memperkuat posisi desa sebagai sentra bambu mandiri, lestari, dan berdaya saing. (ihd)














