Green Leadership Jadi Kunci Integrasi Pembangunan Berkelanjutan di Daerah

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Makassar – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan hijau atau green leadership dalam menghadapi krisis iklim. Ia meminta agar daerah membangun ekosistem tersebut secara nyata dan tidak hanya berhenti pada kegiatan simbolik semata.

Hal ini disampaikan Bima saat menghadiri Green Leadership Forum II di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (29/7/2025). Acara tersebut mengusung tema “Mendorong Integrasi Pembangunan Hijau dalam Perencanaan Pembangunan Daerah melalui Kepemimpinan Hijau di Sulawesi Selatan”.

Ia menyampaikan, sebagai seorang pemimpin, kepala daerah harus berkomitmen terhadap ekosistem hijau. Ia menyoroti bahwa sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, perlu dijalankan secara serius. Selain itu, kebijakan tersebut harus diterapkan dari hulu ke hilir dengan melaksanakan pemilahan sampah secara baik.

Menurut Bima, untuk menjadi negara maju, persoalan sampah perlu diatasi dengan benar mulai dari sekarang. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kata dia, akan terus memantau komitmen daerah dalam melaksanakan kebijakan tersebut, terutama dari sisi perencanaan pembangunan daerah.

“Nah Bapak-Ibu sekalian, PR kita adalah bagaimana menguatkan kepemimpinan hijau, green leadership. Green leadership ini bukan sebatas event saja, bukan sebatas workshop atau bimtek, tetapi ini adalah ekosistem secara keseluruhan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam mewujudkan green leadership, kepala daerah dituntut untuk mampu memastikan partisipasi warga terhadap pelestarian lingkungan. Bila perlu, anak muda juga didorong untuk aktif terhadap isu tersebut.

Ia menambahkan, saat bertugas di Kota Bogor, Bima kerap mengundang anak muda dan para mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk berkolaborasi. Selain itu, para akademisi dari kampus luar negeri, termasuk Jepang, juga dilibatkan untuk menangani persoalan lingkungan. Dengan inovasi tersebut, secara perlahan birokrasi pemerintahan di Kota Bogor menjadi lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

“Nah ini green leadership ini sebetulnya ini. Jadi mulai dari kultural, perilaku, penguatan partisipasi, kemudian juga diiringi dengan penguatan ruang hijau, kegiatan konservasi, penganggarannya, dan inovasi-inovasi di bidang teknologi,” tandasnya.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja
Integrasi Madrasah hingga Kampus, Kemenag Perkuat Ekosistem UIII di Depok
Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kekuatan Gotong Royong Nasional

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Kamis, 2 April 2026 - 20:19 WIB

Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum

Kamis, 2 April 2026 - 13:56 WIB

Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap

Kamis, 2 April 2026 - 12:30 WIB

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja

Berita Terbaru