BPS Tegaskan Keamanan Data Sensus Ekonomi 2026 Terjamin

Jumat, 11 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JRNDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan bahwa data pelaku usaha yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 akan dijaga kerahasiaannya secara ketat. Jaminan ini mencakup perlindungan terhadap informasi sensitif seperti identitas pelaku usaha, nilai penjualan, hingga jumlah tenaga kerja.

“Isu keamanan dan kerahasiaan data itu sangat sensitif. Karena itu, ada beberapa tahapan agar data yang dikumpulkan tetap aman,” kata Direktur Statistik Distribusi BPS, Sarpono, dalam sebuah talkshow di Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Sarpono menjelaskan, BPS menerapkan sistem pengamanan berlapis, mulai dari sisi operasional hingga teknologi informasi. Para petugas sensus, ujarnya, dibekali pelatihan khusus dan diwajibkan menandatangani perjanjian kerja yang mengatur kewajiban menjaga kerahasiaan data.

Dari sisi sistem, BPS menggunakan enkripsi end-to-end, memastikan hanya pengirim dan penerima sah yang dapat mengakses isi data. Selain itu, sistem dirancang sesuai standar keamanan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang juga memantau operasionalnya secara berkala. Infrastruktur teknologi BPS juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 tentang sistem manajemen keamanan informasi.

“Rangkaian sistem inilah yang kami upayakan untuk menjaga data yang dikumpulkan tetap aman dan rahasia,” ujar Sarpono.

Identitas Petugas Dilengkapi Atribut Resmi

Dalam pelaksanaan di lapangan, setiap petugas sensus akan mengenakan atribut resmi seperti rompi dan tanda pengenal dengan barcode. Petugas juga diwajibkan melapor kepada ketua RT atau pengelola lokasi saat melakukan pendataan ke rumah tangga atau pusat usaha.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan memotret perkembangan seluruh sektor usaha non-pertanian, mulai dari mikro, kecil, menengah, hingga besar.

“Terakhir kami lakukan pada 2016. Sejak itu, banyak perubahan terjadi dalam struktur dan dinamika perekonomian. Sensus ini akan menggambarkan kondisi terkini dunia usaha Indonesia,” kata Sarpono.

Data yang dikumpulkan bersifat pokok, antara lain mencakup nama dan alamat usaha, jumlah tenaga kerja, nilai penjualan, serta informasi modal. Seluruh data akan digunakan untuk menyusun kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang lebih akurat dan terarah. (ihd)

Berita Terkait

Kemendagri Dorong Pemda Segera Terapkan SP2D Online untuk Tingkatkan Tata Kelola
Wamendagri Akhmad Wiyagus: Kolaborasi Antarwilayah Jadi Benteng Hadapi Karhutla
Satgas PRR Ingatkan K/L dan Pemda Jangan Tunda Pemulihan Permanen
Kasatgas Tito Karnavian: Infrastruktur Permanen Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global
SMSI Gelar Anugerah 2026 untuk Tokoh yang Berjasa bagi Dunia Pers Indonesia
Kasatgas PRR Pastikan Hibah Antardaerah Segera Rampung untuk Dukung Pemulihan
Daerah Terdampak Bencana Diminta Tak Tunda Realisasi Tambahan TKD

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:08 WIB

Kemendagri Dorong Pemda Segera Terapkan SP2D Online untuk Tingkatkan Tata Kelola

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:01 WIB

Wamendagri Akhmad Wiyagus: Kolaborasi Antarwilayah Jadi Benteng Hadapi Karhutla

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:51 WIB

Satgas PRR Ingatkan K/L dan Pemda Jangan Tunda Pemulihan Permanen

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:54 WIB

Kasatgas Tito Karnavian: Infrastruktur Permanen Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:48 WIB

Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global

Berita Terbaru