Jam Masuk Sekolah Dimajukan, TNI/Polri Dampingi MPLS di Jabar

Jumat, 11 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melibatkan personel TNI dan Polri dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa SMA dan sederajat pada tahun ajaran 2025/2026. Selain itu, jam masuk sekolah juga akan dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB. Kebijakan ini merupakan bagian dari program pendidikan karakter “Gapura Panca Waluya” yang diluncurkan Pemprov Jabar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan, MPLS akan dimulai pada 14 Juli 2025. Dalam pelaksanaannya, sekitar dua hingga tiga anggota TNI atau Polri akan mendampingi kegiatan MPLS di setiap sekolah selama lima hari.

“Kehadiran TNI dan Polri bukan untuk memberikan pelatihan militeristik, melainkan menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara. Ini bagian dari pembentukan karakter generasi muda agar siap menghadapi masa depan,” ujar Herman di Gedung Dinas Pendidikan Jabar, Kamis (10/7/2025).

MPLS kali ini tidak semata menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah, melainkan dimaksudkan sebagai awal pembentukan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Panca Waluya, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil).

Herman menegaskan bahwa kebijakan jam masuk sekolah lebih pagi mulai pukul 06.30 WIB akan diberlakukan di seluruh SMA dan SMK se-Jawa Barat, sesuai arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Ia berharap pola ini akan mendorong kedisiplinan dan semangat belajar siswa sejak dini.

Adapun untuk jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota, seperti PAUD hingga SMP, Pemprov Jabar akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan para Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan setempat.

“Kami akan konsolidasikan bersama pemda kabupaten dan kota agar kebijakan ini bisa diadaptasi sesuai kebutuhan dan kesiapan daerah masing-masing,” kata Herman.

Sinergi antara MPLS dan program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya disebut sebagai langkah awal menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berintegritas dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. (ihd)

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya: Karnaval Budaya Nusantara Perkuat Persatuan dan Sinergi Kota di Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Kepala Daerah Perkuat Integritas dan Tata Kelola Pemerintahan
Pemerintah Dorong Sektor Kelautan untuk Menopang Ketahanan Pangan Nasional
Raih Penghargaan PBB, Siskeudes Didorong Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan Desa
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Kepala Daerah Perkuat Komitmen di Bidang Pendidikan
Cetak Aparatur Berintegritas, Pendidikan Kepemimpinan Didorong Perkuat Pelayanan Publik
Makassar Jadi Tuan Rumah HUT Ke-46 Dekranas, Tri Tito Ingin Produk Kerajinan Tembus Pasar Global
Pesan Menekraf untuk Wisudawan STIAMI: Saatnya Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:37 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Kepala Daerah Perkuat Integritas dan Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:46 WIB

Pemerintah Dorong Sektor Kelautan untuk Menopang Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:40 WIB

Raih Penghargaan PBB, Siskeudes Didorong Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan Desa

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:35 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Kepala Daerah Perkuat Komitmen di Bidang Pendidikan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:19 WIB

Cetak Aparatur Berintegritas, Pendidikan Kepemimpinan Didorong Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru