Prabowo Resmikan Industri Baterai EV Terintegrasi Terbesar Asia

Minggu, 29 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Karawang — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya ritme kerja cepat dalam kabinetnya saat meresmikan peletakan batu pertama proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). Ia menyatakan bahwa percepatan program hilirisasi memerlukan dukungan seluruh elemen pemerintahan tanpa kecuali.

“Saya terima kasih kepada tim saya, kabinet saya semuanya kerja dengan baik, kerja dengan cepat. Yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja,” kata Presiden dalam sambutannya.

Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL-Brunp-Lygend (CBL) dari Tiongkok. Presiden menyebut proyek senilai 5,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 95 triliun ini sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menjalankan strategi hilirisasi serta membangun kemitraan strategis dengan mitra global, khususnya dari China.

”Ini langkah besar dan terobosan luar biasa dalam pengembangan energi terbarukan dan ramah lingkungan, yang menjadi cita-cita dunia,” ujar Prabowo.

Enam Subproyek

Proyek industri baterai kendaraan listrik ini mencakup enam subproyek yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Lima di antaranya berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, dan satu lainnya berada di Karawang. Total luasan pengembangan mencapai 3.023 hektare, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 8.000 orang.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), ekosistem ini juga akan dilengkapi dengan 18 infrastruktur pendukung, termasuk dermaga multifungsi. Energi yang digunakan mengusung prinsip ramah lingkungan dengan kombinasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2×150 MW, tenaga gas (PLTG) 80 MW, pembangkit dari limbah panas 30 MW, serta tenaga surya sebesar 172 MWp, termasuk 24 MWp untuk pabrik di Karawang.

Dalam sambutannya, Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional di tengah tantangan global. “Indonesia selalu memilih kerja sama, selalu memilih kolaborasi, selalu memilih jalan tengah, selalu memilih persahabatan di atas permusuhan. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ujarnya mengutip filosofi Tiongkok.

Turut hadir dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong. (ihd)

Berita Terkait

Menaker Dorong Peserta TIH Buktikan Kualitas dan Keunggulan Produk
125 Truk Dilepas, Mendagri dan Menteri PKP Dukung Program Gentengisasi
Mendagri Tito Cek Program BSPS di Purwakarta, Dorong Percepatan Pelaksanaan
Ngariung di Purwakarta, Mendagri Santap Nasi Liwet Bersama Sopir Truk Genteng
Kemenag Perluas Digitalisasi, SIMKAH hingga Data GTK Masuk Agenda Cegah Korupsi
Wamendagri Bima Arya Minta Penanganan Banjir Bandang Solok Diperkuat, Normalisasi Jadi Fokus
Kemendagri-KemenPU Perkuat Transformasi Digital Pemda Lewat Integrasi SIPD-SIPASTI
Kemendagri Kawal Pembangunan Daerah, Inflasi hingga Pertumbuhan Ekonomi Jadi Perhatian

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Menaker Dorong Peserta TIH Buktikan Kualitas dan Keunggulan Produk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:30 WIB

125 Truk Dilepas, Mendagri dan Menteri PKP Dukung Program Gentengisasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Mendagri Tito Cek Program BSPS di Purwakarta, Dorong Percepatan Pelaksanaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Ngariung di Purwakarta, Mendagri Santap Nasi Liwet Bersama Sopir Truk Genteng

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Kemenag Perluas Digitalisasi, SIMKAH hingga Data GTK Masuk Agenda Cegah Korupsi

Berita Terbaru