Prabowo: Belanda Ambil Kekayaan RI Setara Rp504 Kuadriliun

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan pada pembukaan pameran Indo Defence, Indo Marine, dan Indo Aerospace di Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). (BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan pada pembukaan pameran Indo Defence, Indo Marine, dan Indo Aerospace di Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). (BPMI Setpres)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyebutkan bahwa nilai kekayaan yang diambil Belanda dari Indonesia selama masa penjajahan mencapai 31 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp504 kuadriliun. Nilai ini, menurut Presiden, bersumber dari riset yang baru dirilis beberapa pekan terakhir.

“Baru ada suatu research beberapa minggu lalu yang menceritakan bahwa selama Belanda menjajah kita, kekayaan yang mereka ambil nilainya 31 triliun dollar AS dalam nilai sekarang,” ujar Prabowo dalam sambutannya saat membuka pameran Indo Defence, Indo Marine, dan Indo Aerospace di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Presiden menegaskan, angka tersebut sekitar 18 kali lipat dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini yang berada di kisaran 1,5 triliun dollar AS. Ia menyebut nilai itu juga setara dengan anggaran belanja negara selama 140 tahun.

“Selama masa itu, Belanda menikmati GDP per kapita tertinggi di dunia,” ujar Prabowo. Ia menyatakan bahwa pengalaman sejarah tersebut harus menjadi pelajaran penting dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan bangsa.

Menurut Presiden, jika Indonesia mampu mengelola kekayaan alam dan sumber daya nasional secara optimal, PDB per kapita Indonesia berpotensi masuk ke jajaran tertinggi di dunia.

“Hampir semua lembaga ekonomi dunia meramalkan bahwa ekonomi Indonesia bisa masuk enam besar, bahkan lima besar dunia dalam waktu yang tidak lama,” katanya.

Industri Pertahanan

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam pembukaan pameran alat utama sistem senjata (alutsista) dan teknologi pertahanan Indo Defence 2025. Acara yang berlangsung 11–14 Juni 2025 ini diikuti oleh 1.180 perusahaan dari 55 negara. Sejumlah negara seperti Turki, Amerika Serikat, dan Prancis membangun paviliun nasional untuk memamerkan keunggulan industri pertahanan mereka.

“Forum ini adalah kesempatan penting untuk melihat perkembangan teknologi dan sains di bidang pertahanan. Kita tidak bisa bergantung pada pihak lain,” kata Prabowo.

Pameran Indo Defence merupakan agenda dua tahunan yang menjadi ajang pertemuan pelaku industri, pengambil kebijakan, dan mitra pertahanan global. Tahun ini, pameran menempati seluruh hall JIExpo Kemayoran dan memperluas cakupan ke sektor maritim dan dirgantara melalui Indo Marine dan Indo Aerospace. (ihd)

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Hadiri Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan
Menkes: Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari
Antisipasi Peningkatan Kasus, Kemenkes Perkuat Kewaspadaan Virus Hanta
SKKNI Jadi Kunci Peningkatan Kompetensi SDM Maritim Nasional
Yane: Produk UMKM Harus Punya Cerita agar Mampu Bersaing di Era Digital
Wamendagri Bima Arya Soroti Pentingnya Inklusivitas dalam Mengambil Kebijakan
Pemerintah Pastikan Konektivitas Sosial dan Ekonomi Warga Segera Pulih
Mendagri Pastikan Layanan Dasar di Wilayah Terdampak Bencana Berangsur Normal

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Menkeu Purbaya Hadiri Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:26 WIB

Menkes: Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:24 WIB

Antisipasi Peningkatan Kasus, Kemenkes Perkuat Kewaspadaan Virus Hanta

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:51 WIB

SKKNI Jadi Kunci Peningkatan Kompetensi SDM Maritim Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:58 WIB

Yane: Produk UMKM Harus Punya Cerita agar Mampu Bersaing di Era Digital

Berita Terbaru