Israel Cegat Kapal Bantuan ke Gaza, Relawan dan Jurnalis Ditahan

Senin, 9 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Ankara — Kapal bantuan kemanusiaan berbendera Inggris yang berlayar menuju Jalur Gaza disergap dan dialihkan ke Pelabuhan Ashdod oleh militer Israel, Senin (9/6/2025). Penangkapan tersebut menyasar kapal Madleen, yang ditumpangi oleh 12 orang relawan dan jurnalis dari berbagai negara, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg.

Kabar penangkapan ini pertama kali diberitakan penyiar publik Israel, KAN, tanpa merinci kondisi para relawan yang kini ditahan. Kapal Madleen yang membawa bantuan berupa makanan dan susu formula bayi itu merupakan bagian dari misi Freedom Flotilla Coalition, sebuah jaringan LSM internasional yang berupaya menembus blokade Gaza.

Dalam pernyataannya, koalisi tersebut menyebutkan bahwa militer Israel menahan 11 aktivis dan seorang jurnalis dari 9 negara. Di antara mereka terdapat sejumlah nama yang cukup dikenal secara global, seperti Greta Thunberg; Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina; Yasemin Acar dari Jerman; hingga Marco van Rennes dari Belanda.

Wartawan Al Jazeera Mubasher, Omar Faiad, juga ikut ditangkap dalam operasi militer itu. Hingga Senin malam, belum ada informasi resmi dari otoritas Israel mengenai keberadaan dan kondisi para relawan tersebut.

Misi Madleen merupakan bagian dari upaya kemanusiaan internasional untuk mengirim bantuan ke Gaza, wilayah yang sejak Oktober 2023 dilanda agresi militer dan blokade ketat dari Israel. Menurut laporan lembaga-lembaga kemanusiaan, lebih dari 55.000 orang telah tewas dalam konflik berkepanjangan itu.

Langkah militer Israel terhadap kapal bantuan ini kembali mengundang sorotan atas kebijakan blokade yang diterapkan terhadap Gaza, sekaligus menambah ketegangan diplomatik di tengah meningkatnya tekanan global terhadap operasi militer Tel Aviv di wilayah Palestina. (ihd/anadolu)

Berita Terkait

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:17 WIB

AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Berita Terbaru