Anggota DPRD Banten Asep Awaludin Kritik Lambannya Relokasi Korban Bencana Lebak

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Lebak – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi NasDem, H. Asep Awaludin, S.E., M.H., menyuarakan kritik keras terhadap lambannya penanganan korban bencana yang masih bertahan di hunian sementara (huntara) di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.

Dalam wawancara kepada wartawan, Sabtu (17/5/2025). Asep menegaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan bentuk pembiaran dan ketidakadilan yang dialami warganya selama lebih dari lima tahun.

“Saya datang langsung melihat kondisi mereka. Lima tahun di huntara bukan waktu yang singkat. Ini bukan sekadar kekecewaan, ini soal kemanusiaan. Wajar kalau rakyat marah, kecewa, karena mereka diperlakukan tidak adil,” ujarnya.

Menurut Asep, ketidakadilan ini menjadi alarm bagi semua pihak, khususnya pemerintah, untuk segera mengambil langkah nyata. Ia menilai tidak ada urgensi dalam penanganan, padahal warga hanya menuntut tempat tinggal yang layak, bukan kemewahan.

“Saya malu sebagai wakil rakyat jika saya diam saja. Saya disumpah untuk memperjuangkan rakyat. Kalau saya tahu kondisi ini dan tetap diam, berarti saya gagal menjalankan tugas,” tegasnya.

Ia membandingkan penanganan pasca-bencana di Kabupaten Lebak dengan wilayah tetangga seperti Bogor, yang dinilainya jauh lebih tanggap dan manusiawi. Menurutnya, di Bogor, warga terdampak bencana mendapat hunian sementara secara layak dan tepat waktu, berbeda dengan di Lebak yang hanya mengandalkan bantuan donatur tanpa dukungan konkret dari pemerintah.

“Kenapa di Bogor bisa, sementara di Lebak tidak? Kalau hanya soal lahan, harusnya sejak awal dicarikan solusinya. Ini yang saya sebut bentuk pembiaran. Saya bertanya, siapa yang harus bertanggung jawab? Siapa yang lalai?” katanya.

Terkait pernyataan keras yang viral di media sosial, Asep menyebut tidak akan meminta maaf. Ia mengaku menyampaikan pernyataan tersebut atas dasar empati dan hati nurani, bukan motif politik atau pencitraan.

“Kalau ada yang tersinggung, berarti ada rasa bersalah. Tapi kalau tidak merasa salah, kenapa harus tersinggung? Saya tidak membawa partai, saya datang ke sana sebagai manusia, sebagai wakil rakyat yang punya tanggung jawab moral,” ungkapnya.

Asep juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, ormas, LSM, aktivis hingga media, untuk bersatu menyuarakan keadilan bagi warga yang terlantar di huntara. Ia menegaskan tidak mencari panggung atau dukungan, melainkan ingin membangkitkan kepedulian kolektif.

“Saya lahir di Banten, kembali ke Banten karena cinta tanah kelahiran. Saya ingin buktikan bahwa menjadi dewan bukan hanya soal jabatan, tapi amanah. Jangan sampai rakyat dibiarkan menderita begitu saja,” tutupnya.

( Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Dukungan Bupati Kuat, Ketua LPTQ Serang Siapkan Regenerasi Qori
Forkopimda Pandeglang Hadiri Penutupan Kejuaraan Bulu Tangkis Spirit 152
BAZNAS Banten Luncurkan Program Jumat Berbagi bagi Siswa SMA dan SMK
Pemprov Banten Kaji Obligasi Daerah untuk Dukung Proyek Strategis
Pemkab Pandeglang Distribusikan 19 Kendaraan Operasional untuk Koperasi Desa
Piala Gubernur Banten 2026, Olahraga Jadi Sarana Perkuat Sinergi Daerah
Gubernur Banten Apresiasi Lanal Banten Lindungi Satwa Dilindungi
Jaga Kamtibmas Jakarta Raya, Tokoh Pemuda Tangsel: Perkuat Kebersamaan Antar Komunitas Pemuda, Pelajar & Gen Z

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 15:44 WIB

Dukungan Bupati Kuat, Ketua LPTQ Serang Siapkan Regenerasi Qori

Sabtu, 11 April 2026 - 14:12 WIB

Forkopimda Pandeglang Hadiri Penutupan Kejuaraan Bulu Tangkis Spirit 152

Sabtu, 11 April 2026 - 08:21 WIB

BAZNAS Banten Luncurkan Program Jumat Berbagi bagi Siswa SMA dan SMK

Sabtu, 11 April 2026 - 08:15 WIB

Pemprov Banten Kaji Obligasi Daerah untuk Dukung Proyek Strategis

Jumat, 10 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Pandeglang Distribusikan 19 Kendaraan Operasional untuk Koperasi Desa

Berita Terbaru