Pancuran Mas Kembali Digunakan setelah 50 Tahun, Adat Baduy Serukan Pelestarian

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kota Serang – Sebuah insiden terjadi saat proses perbaikan akses jalan menuju kawasan Pancuran Mas di Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Jumat (2/5/2025). Rantai alat berat jenis eskavator putus saat merapikan jalur yang akan dilalui warga Baduy menjelang prosesi adat Seba Baduy, 2–4 Mei 2025.

Plt. Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten, Rudi Yatmawan, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan bukan untuk membenahi area pancuran tempat mandi, melainkan sebatas memperbaiki akses masuk menuju lokasi ritual.

“Tidak ada pembenahan pada Pancuran Mas sebagai tempat mandinya. Yang diperbaiki hanya jalur masuk agar lebih aman dan nyaman dilalui warga Baduy,” ujar Rudi kepada wartawan, Senin (5/5/2025).

Menurutnya, jalur menuju pancuran sebelumnya cukup membahayakan karena banyak pecahan beling dan batu tajam. “Kami hanya ingin memastikan aksesnya layak. Ini semata demi kenyamanan warga Baduy yang akan menjalani prosesi,” jelasnya.

Rudi juga menyebut bahwa akses tersebut merupakan lahan milik pribadi warga RW setempat yang dengan sukarela meminjamkan areanya. Kegiatan ini didukung lintas instansi, termasuk Dinas PUPR dan BPBD Kota Serang.

Pancuran Mas merupakan bagian penting dari rangkaian Seba Baduy, tempat warga Suku Baduy menyucikan diri sebelum menghadap pemerintah daerah di Pendopo Gubernur Banten.

Namun, penggunaan alat berat dalam proses pembersihan akses menuai keberatan dari tokoh adat. Jaro Tanggungan 12 menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai sakral dan harus dijaga kealamiannya.

“Pancuran Mas ini tempat suci. Kami berharap ke depan tidak menggunakan alat berat lagi. Cukup manual saja agar kesakralannya tetap terjaga,” ujarnya usai prosesi Seba.

Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari aliran Sungai Ci Banten dan dipercaya dihuni leluhur yang tak kasat mata. “Ini tempat larangan. Harus dijaga, bukan dirusak,” ucapnya.

Setelah lebih dari 50 tahun tidak digunakan, tahun ini warga Baduy kembali menggunakan Pancuran Mas dalam prosesi Seba. Mereka berharap pelestarian kawasan tetap menjadi perhatian.

“Kami minta pemerintah ikut menjaga tempat ini. Jangan sampai alam yang sakral ini rusak karena ketidaktahuan,” tutupnya.

(Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Momentum HUT ke-152, Bupati Pandeglang Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kolaborasi
PKB Pandeglang Siap Gelar Muscab, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Tegak Lurus
Komitmen Jaga Kamtibmas, Polda Banten Bongkar Lokasi Dugaan Sabung Ayam
PWI Banten Fokus Pembenahan Organisasi dan Peningkatan Kualitas Anggota Pasca Idulfitri
Dorong UMKM dan Pendidikan, FIFGROUP Resmikan Desa Sejahtera Astra di Pandeglang
Kisruh Bupati–Wakil Bupati Lebak Disorot, Dinilai Kurang Kedewasaan Politik
Bapera Perkuat Peran Pemuda, Targetkan Struktur Hingga Tingkat RT pada 2027
TP PKK Banten Gelar Pembinaan Administrasi, Siapkan Lomba HKG PKK 2026

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:06 WIB

Momentum HUT ke-152, Bupati Pandeglang Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kolaborasi

Jumat, 3 April 2026 - 16:06 WIB

PKB Pandeglang Siap Gelar Muscab, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Tegak Lurus

Jumat, 3 April 2026 - 07:55 WIB

Komitmen Jaga Kamtibmas, Polda Banten Bongkar Lokasi Dugaan Sabung Ayam

Kamis, 2 April 2026 - 21:31 WIB

PWI Banten Fokus Pembenahan Organisasi dan Peningkatan Kualitas Anggota Pasca Idulfitri

Kamis, 2 April 2026 - 21:28 WIB

Dorong UMKM dan Pendidikan, FIFGROUP Resmikan Desa Sejahtera Astra di Pandeglang

Berita Terbaru