Tanpa Impor, Stok Beras Capai 3,5 Juta Ton, Tertinggi dalam 57 Tahun

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA, Jakarta — Pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 3,5 juta ton per awal Mei 2025. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam 57 tahun terakhir dan seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri tanpa tambahan impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengemukakan, pencapaian ini melampaui cadangan beras pada masa swasembada pangan tahun 1984, yang saat itu hanya 2,4 juta ton dengan jumlah penduduk sekitar 100 juta jiwa. Adapun kini, dengan jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa, stok beras nasional telah menembus 3.517.294 ton.

”Ini stok beras tertinggi sejak Bulog berdiri tahun 1969, atau seumur saya. Tidak ada impor. Ini sepenuhnya hasil produksi petani kita,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama Mei 2024, stok beras nasional tercatat 1.467.626 ton.

Peningkatan stok ini, menurut Amran, didorong intensifikasi lahan, program pompanisasi di Pulau Jawa, serta rehabilitasi jaringan irigasi di luar Jawa. Program-program tersebut merupakan bagian dari agenda percepatan produksi pertanian yang mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Rata-rata serapan gabah di tingkat petani saat ini mencapai 50.000 ton per hari. Dalam waktu 15–20 hari ke depan, Kementerian Pertanian optimistis stok beras nasional dapat menembus angka 4 juta ton.

Amran menambahkan, capaian ini mencerminkan hasil kerja kolektif pemerintah pusat, kementerian teknis, dan partisipasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga mutu gabah dalam proses pengadaan.

”Mutu harus dijaga. Jangan karena satu-dua ton gabah rusak, proses pengadaan terganggu. Kualitas itu mutlak,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Praktik Lapangan IPDN Gelombang III Resmi Ditutup, Wamendagri Bima Arya Soroti Tantangan Kepemimpinan
Wamendagri Akhmad Wiyagus Apresiasi Kinerja Damkar, Tangani Ribuan Kasus Kebakaran dan Penyelamatan
Hibah Antar Daerah Rp287 Miliar Jadi Motor Pemulihan Pascabencana Aceh
Atasi Sampah dan Transportasi, Wamendagri Bima Arya Dorong Model Aglomerasi Berbasis Sektor
Mendagri Tito Tegaskan Inflasi adalah “Survival Bangsa”, Apresiasi Peran Strategis TNI
Tri Tito Karnavian: Pemberdayaan Keluarga Harus Adaptif dan Menjangkau Wilayah Terpencil
Efisiensi Anggaran dan Inovasi Pembiayaan Jadi Fokus Pembangunan Daerah di Jawa Tengah
Pungli di KUA Bekasi Utara Disanksi, Kemenag Tegaskan Nikah di Kantor Gratis

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:57 WIB

Praktik Lapangan IPDN Gelombang III Resmi Ditutup, Wamendagri Bima Arya Soroti Tantangan Kepemimpinan

Rabu, 29 April 2026 - 22:03 WIB

Hibah Antar Daerah Rp287 Miliar Jadi Motor Pemulihan Pascabencana Aceh

Rabu, 29 April 2026 - 21:55 WIB

Atasi Sampah dan Transportasi, Wamendagri Bima Arya Dorong Model Aglomerasi Berbasis Sektor

Rabu, 29 April 2026 - 21:48 WIB

Mendagri Tito Tegaskan Inflasi adalah “Survival Bangsa”, Apresiasi Peran Strategis TNI

Selasa, 28 April 2026 - 21:35 WIB

Tri Tito Karnavian: Pemberdayaan Keluarga Harus Adaptif dan Menjangkau Wilayah Terpencil

Berita Terbaru