Roadmap BPD 2024-2027, Langkah Strategis untuk Penguatan Bank Daerah

Minggu, 20 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandarlampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin melakukan ramah tamah dengan pimpinan PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur dan PT. BPD Lampung di Mahan Agung, Bandarlampung, Minggu (20/10/2024).

Pertemuan tersebut terkait rencana Kerjasama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Lampung dengan Bank Jatim.

Samsudin mengatakan bahwa BPD memegang peranan yang penting dalam mengakselerasi pengembangan dan pembangunan perekonomian daerah.

Menurutnya, peran BPD tidak hanya sebagai intermediasi, tetapi juga berperan dalam mendorong kesuksesan berbagai kebijakan dan program pemerintah baik di tingkat wilayah maupun nasional.

Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi perhatian dan kepedulian pihak otoritas dengan dukungan kuat melalui kebijakan yang mendukung BPD.

“Salah satunya dengan menerbitkan Roadmap BPD 2024-2027 pada tanggal 15 Oktober 2024 yang lalu,” ujarnya.

Samsudin menggarisbawahi bahwa Bank Lampung untuk penguatan struktur permodalan saat ini masih perlu mengupayakan pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun.

Ia menyampaikan bahwa skema KUB merupakan alternatif pilihan tepat bagi Bank Lampung, terlebih saat ini Pemegang Saham telah sependapat menunjuk BPD Jatim sebagai Bank Induk yang nantinya akan mendampingi Bank Lampung sampai benar-benar mandiri dan kuat.

“Baik dari sisi permodalan, bisnis, operasional serta tatakelolanya,” tambahnya.

Samsudin mengucapkan terima kasih kepada Bank Jatim yang telah bekerja sama dengan Bank Lampung untuk bersama-sama melaksanakan KUB.

Ia berharap dengan adanya kerja sama ini, dapat mengoptimalkan lagi daya saing dan kinerja Bank Lampung, baik dalam peningkatan kinerja bisnis lewat pengembangan produk dan layanan, peningkatan kompetensi SDM, tumbuh sehat dan semakin kuat menghadapi persaingan dalam era digitalisasi yang semakin pesat.

Komisaris Independen Bank Jatim menjelaskan bahwa KUB ini bukan merupakan proses pengakusisian Bank Lampung, melainkan kolaborasi dan sinergi antara kedua Bank tersebut.

“KUB ini sifatnya talangan untuk membantu rekan-rekan BPD yang memang masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban setor modal 3 triliun sebagai arahan dari OJK,” ujarnya.

Ia berharap KUB ini bisa berjalan dengan baik walaupun melalui proses yang panjang.

“Dengan semangat bahwa kita bisa tumbuh bersama, besar bersama, dengan semangat kolaborasi dan sinergitas, insya Allah manfaat ini bisa memberikan barokah bagi kedua belah pihak,” pungkasnya.(rian)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Lampung Jadi Tuan Rumah Mahasabha XIV KMHDI, Momentum Lahirkan Gagasan Strategis Pemuda Hindu
Infrastruktur Jalan Lampung Diperkuat, Pemprov Targetkan Perbaikan 200 Kilometer pada 2026
Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Solusi Akses Transportasi Warga Kalipasir
Lampung Catat Inflasi 1,16 Persen, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional
Penguatan Rantai Pasok Kakao dan Kopi Jadi Fokus Kolaborasi Pemprov Lampung dan Mitra Global
Dukung PON XXIII 2032, Lampung Kebut Realisasi Lahan Sport Center
TPT Lampung 4,21 Persen, Pemprov Perkuat Program Vokasi dan Penciptaan Kerja
Dorong Kolaborasi dan Inovasi, Gubernur Lampung Soroti Peran Mahasiswa dalam Pembangunan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 08:00 WIB

Lampung Jadi Tuan Rumah Mahasabha XIV KMHDI, Momentum Lahirkan Gagasan Strategis Pemuda Hindu

Jumat, 3 April 2026 - 07:39 WIB

Infrastruktur Jalan Lampung Diperkuat, Pemprov Targetkan Perbaikan 200 Kilometer pada 2026

Kamis, 2 April 2026 - 08:38 WIB

Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Solusi Akses Transportasi Warga Kalipasir

Kamis, 2 April 2026 - 08:17 WIB

Lampung Catat Inflasi 1,16 Persen, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional

Kamis, 2 April 2026 - 07:33 WIB

Penguatan Rantai Pasok Kakao dan Kopi Jadi Fokus Kolaborasi Pemprov Lampung dan Mitra Global

Berita Terbaru