Ini Empat Kondisi yang Bisa Jadi Alasan Pemerintah Memutus Kontrak PNS dan PPPK, ASN Wajib Tahu!

Kamis, 25 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Di lingkungan pemerintahan, peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sangat vital dalam menjamin kelancaran administrasi dan pelayanan publik. Namun, terdapat kondisi-kondisi tertentu yang memungkinkan pemerintah untuk memutus kontrak kerja mereka secara sepihak. Mengetahui hal ini menjadi kewajiban bagi setiap ASN.

Artikel ini akan menguraikan secara rinci alasan-alasan pemutusan kontrak bagi PNS dan PPPK sesuai dengan Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023.

1. Penyelewengan Terhadap Pancasila dan UUD 1945
ASN yang terlibat dalam penyelewengan ideologi negara seperti Pancasila dan UUD 1945 dapat dikenakan pemutusan kontrak. Tindakan ini meliputi segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan konstitusi negara.

2. Pelanggaran Disiplin Tingkat Berat
Pelanggaran disiplin berat merupakan salah satu alasan kuat untuk pemutusan kontrak. Ini termasuk tindakan yang signifikan mengganggu kinerja dan tata tertib organisasi.

3. Pidana Penjara atau Kurungan
ASN yang dijatuhi pidana penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, khususnya terkait tindak pidana jabatan, dapat diputus kontraknya. Hal ini mencakup kejahatan yang merusak integritas dan kepercayaan publik terhadap jabatan yang diemban.

4. Keanggotaan atau Kepengurusan Partai Politik
ASN yang menjadi anggota atau pengurus partai politik juga dapat dikenakan pemutusan kontrak. Ketentuan ini bertujuan untuk menjaga netralitas ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya di pemerintahan.

Memahami ketentuan-ketentuan ini sangat penting bagi setiap ASN untuk memastikan mereka tetap mematuhi peraturan yang berlaku dan menjaga integritas serta profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. (*)

Berita Terkait

Mahasiswa Didorong Jadi Motor Inovasi Teknologi, Ini Pesan Wagub Dimyati
Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Ajak Kader Demokrat Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan
Rahmat Mirzani Djausal Usulkan Kawasan Industri Pangan sebagai Motor Hilirisasi Pertanian
 Janji Pekerjaan Jadi Jebakan, Tiga Anak Bawah Umur Korban Sindikat TPPO
RPA Lebak Kecam Keras Dugaan Pelecehan Verbal Oknum Aktivis Terhadap Ketua DPRD Juwita Wulandari
Lampung Jadi Provinsi Pertama di Sumatera Terapkan Program Transformasi Layanan Pertanahan ATR/BPN
Peringati HAN 2026, Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Penuhi Hak Anak Binaan
Batin Wulan Serahkan Bantuan Program Lampung Cerdas kepada Anak Binaan LPKA Bandar Lampung

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:02 WIB

Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Ajak Kader Demokrat Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Rahmat Mirzani Djausal Usulkan Kawasan Industri Pangan sebagai Motor Hilirisasi Pertanian

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:43 WIB

 Janji Pekerjaan Jadi Jebakan, Tiga Anak Bawah Umur Korban Sindikat TPPO

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:48 WIB

RPA Lebak Kecam Keras Dugaan Pelecehan Verbal Oknum Aktivis Terhadap Ketua DPRD Juwita Wulandari

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:00 WIB

Lampung Jadi Provinsi Pertama di Sumatera Terapkan Program Transformasi Layanan Pertanahan ATR/BPN

Berita Terbaru