Guru Non-ASN Bakal Terima Insentif Dua Kali Setahun pada 2024

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Kabar gembira datang untuk para guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) akan memberikan bantuan insentif sebanyak dua kali pada tahun 2024 ini.

Penanggung jawab program tunjangan guru jenjang PAUD dan Dikdas, Sri Lestariningsih, menjelaskan, sebelumnya bantuan ini hanya disalurkan satu kali dalam setahun. Namun, pada tahun 2024, insentif akan dicairkan setiap semester.

“Tahun 2024 ini, bantuan insentif akan diterima guru penerimanya dua kali dalam setahun,” jelas Sri Lestariningsih dalam rilis di laman resmi Puslapdik, Kamis (11/7/2024).

Bantuan ini ditujukan kepada guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik dengan masa kerja 17 tahun untuk guru formal baik di jenjang TK, SD, SMP, SMK, dan pendidikan khusus.

Selain itu, guru dengan masa kerja 13 tahun di sektor nonformal seperti pendidik kelompok belajar (KB) dan taman pendidikan Alquran (TPA) juga berhak menerima bantuan ini.

Saat ini, setiap guru bisa memastikan apakah nama mereka masuk dalam daftar nominasi penerima bantuan insentif melalui aplikasi Simantun.

Jika belum terdaftar, guru dapat diusulkan oleh Dinas Pendidikan setempat hingga batas waktu 30 Juli 2024.

“Dinas Pendidikan bisa segera mengecek dan memverifikasi guru yang masuk dalam nominasi untuk diusulkan sebelum tanggal 30 Juli 2024,” tambahnya.

Besaran bantuan insentif tahun ini masih sama dengan nominal tahun sebelumnya, yaitu Rp300 ribu per bulan untuk guru formal dan Rp200 ribu per bulan untuk guru nonformal.

Pencairan akan dilakukan setiap semester, di mana semester I akan dimulai pada bulan Juli dan semester II paling lambat pada bulan Desember.

Dengan demikian, bantuan yang diterima per semester adalah sebesar Rp1,8 juta untuk guru formal dan Rp1,2 juta untuk guru nonformal. (*)

Berita Terkait

Warga Rusun 609 Raih Respons Positif di Hari Pertama Tayang, Penonton Soroti Perpaduan Horor dan Komedi
Ahli Hukum Pidana Ungkap 11 Poin Krusial dalam Perkara Gas Portable Gabriel
Kolaborasi Sejak 2018, Gloria Jessica dan Ade Govinda Akhirnya Lahirkan Album “Blue.”
Pemagangan Luar Negeri, Wamenaker Minta Peserta Dilindungi sejak Seleksi hingga Pulang
TENHOLES Rilis Album SATYA, Delapan Lagu tentang Janji, Keluarga hingga Perlawanan
Turbokidz Lanjutkan Perjalanan Musikal ke Fase Berikutnya Lewat Single “Jangan Ganggu Hari Ini”
ASTA SIAP: Menjaga Respons Kepolisian Tetap Efektif di Tengah Krisis
Wujudkan Pasar Kerja Inklusif, Menaker Ajak Perusahaan Rekrut Penyandang Disabilitas

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Warga Rusun 609 Raih Respons Positif di Hari Pertama Tayang, Penonton Soroti Perpaduan Horor dan Komedi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Ahli Hukum Pidana Ungkap 11 Poin Krusial dalam Perkara Gas Portable Gabriel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Kolaborasi Sejak 2018, Gloria Jessica dan Ade Govinda Akhirnya Lahirkan Album “Blue.”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Pemagangan Luar Negeri, Wamenaker Minta Peserta Dilindungi sejak Seleksi hingga Pulang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:33 WIB

TENHOLES Rilis Album SATYA, Delapan Lagu tentang Janji, Keluarga hingga Perlawanan

Berita Terbaru