Dukung Penggunaan SIPD RI, Kemendagri Bangun Sinergi dengan Kementerian/Lembaga

Jumat, 8 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILSINFO.COM – Jakarta, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus membangun sinergi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah (Pemda) guna memantapkan penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) sebagai aplikasi umum Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada 2024.

Hal itu mengemuka pada Rapat Koordinasi dalam Rangka Finalisasi dan Konfirmasi Kesiapan Penerapan SIPD sebagai Aplikasi Umum secara hybrid, Jumat (8/12/2023).

Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Horas Maurits Panjaitan menjelaskan, rapat kali ini menjadi forum penting dan strategis untuk menyelaraskan dan menyatukan persepsi serta pemahaman bagi jajaran perangkat daerah dalam penerapan kolaborasi SIPD RI.

“Dengan menggunakan SIPD maka mampu meminimalisir penggunaan anggaran pemerintah daerah dalam mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di bidang perencanaan, keuangan, dan pelaporan daerah. SIPD dibuat untuk menyatukan data baik dari perencanaan, keuangan, sampai dengan pelaporan daerah seluruh Indonesia,” jelas Maurits.

Maurits menyampaikan, SIPD RI dibuat agar layanan pemerintahan berjalan lebih efektif dan efisien. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak agar mendukung sistem informasi tersebut.

“Terdapat manfaat lain yang bisa diperoleh dari SIPD, yakni mampu meminimalisir duplikasi anggaran yang direncanakan dalam proses penyusunan APBD. Sudah otomatis akan tersaring. Tidak ada lagi kegiatan yang tidak direncanakan. Semua kegiatan harus direncanakan dan kegiatan yang direncanakan kemudian dianggarkan,” imbuhnya.

Maurits melanjutkan, sistem yang hadir kali ini merupakan generasi baru hasil transformasi SIPD sebelumnya. Transformasi ini membuat SIPD RI menjadi aplikasi umum yang bisa digunakan oleh Pemda maupun kementerian/lembaga dengan prinsip berbagi pakai. Hal ini sekaligus upaya menyatukan aplikasi yang terdapat di berbagai kementerian/lembaga.

“Aplikasi SIPD RI fokus kepada proses bisnis pembangunan daerah, keuangan daerah, dan informasi pemerintahan daerah lainnya. Pemerintah akan memastikan data dan informasi pembangunan daerah, keuangan daerah, dan informasi pemerintah daerah lainnya dapat digunakan secara berbagi pakai oleh instansi terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya,” tegas Maurits.

Dia berharap penetapan SIPD RI sebagai aplikasi umum akan membawa dampak positif dalam rangka peningkatan kinerja dan akuntabilitas pemerintah. Dengan kata lain, keberadaan aplikasi umum ini akan mendukung tercapainya program nasional sekaligus memperkuat strategi nasional pencegahan korupsi.

“Melalui penetapan menjadi aplikasi umum SPBE, maka akan berdampak pada keterpaduan layanan digital pemerintah, konsolidasi data untuk menjadi Big Data Analytic dalam pengambilan keputusan/kebijakan (Data-Driven Policy), akuntabilitas penyelenggaraan administasi pemerintahan, serta efisiensi dalam pengelolaan layanan TIK Nasional dengan mengutamakan prinsip berbagi pakai dan interoperabilitas sistem informasi,” jelas Maurits.

Dalam rapat virtual yang dipimpin Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Nanik Murwati itu hadir pejabat pimpinan tinggi dari Kemendagri. Selain itu, hadir pula perwakilan dari sejumlah kementerian/lembaga serta Pemda, di antaranya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo); Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP); Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pemprov Aceh, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian: Kritik Membangun dari Perpukadesi Akan Dihormati Pemerintah
Warga Apresiasi Kehadiran Jembatan Darurat Pascabanjir di Aceh Tamiang
Wamendagri Akhmad Wiyagus Ajak Seluruh Ekosistem Pendidikan Bergerak Sinergis
Mentrans: Tim Ekspedisi Patriot Hadirkan Dampak Nyata di Kawasan Transmigrasi
Hardiknas 2026, Kemdiktisaintek Berkomitmen Wujudkan Transformasi Pendidikan Berkualitas
Indonesia Masuk Dua Besar Ketahanan Energi Dunia, Ini Strategi Dibaliknya
Menkes Dorong Penguatan Industri Farmasi Nasional melalui Investasi Produksi Dalam Negeri
Ketua Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Kunci Masyarakat Cerdas dan Demokratis

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 14:20 WIB

Warga Apresiasi Kehadiran Jembatan Darurat Pascabanjir di Aceh Tamiang

Senin, 4 Mei 2026 - 14:13 WIB

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ajak Seluruh Ekosistem Pendidikan Bergerak Sinergis

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

Mentrans: Tim Ekspedisi Patriot Hadirkan Dampak Nyata di Kawasan Transmigrasi

Senin, 4 Mei 2026 - 09:39 WIB

Hardiknas 2026, Kemdiktisaintek Berkomitmen Wujudkan Transformasi Pendidikan Berkualitas

Senin, 4 Mei 2026 - 09:33 WIB

Indonesia Masuk Dua Besar Ketahanan Energi Dunia, Ini Strategi Dibaliknya

Berita Terbaru

Banten

Hakim Berbagi, IKAHI Banten Gelar Donor Darah

Senin, 4 Mei 2026 - 15:58 WIB