Jaga Martabat Pesantren, Din Syamsuddin Ajak Seluruh Elemen Berantas Perundungan dan Tindakan Asusila

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Sumbawa, M. Din Syamsuddin menyerukan agar lingkungan pesantren dibersihkan dari praktik perundungan dan permesuman. Seruan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

“Lingkungan pesantren harus dibersihkan dari praktik perundungan dan permesuman,” kata Din dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (22/10/2026).

Meski demikian, Din menegaskan, upaya memberantas praktik tersebut tidak semestinya hanya ditujukan kepada dunia pesantren. Menurut dia, perundungan dan permesuman juga terjadi di berbagai lembaga pendidikan, lingkungan masyarakat, hingga instansi pemerintah.

Din menilai, perundungan dan permesuman merupakan manifestasi struktur sosial yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebebasan dan ketidakadilan hingga kekerasan sosial, politik, dan ekonomi (capital violence).

Menurut dia, anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami tekanan berat dapat mencari ekspresi dan jalan keluar melalui perilaku menyimpang.

Selain faktor struktural, Din menyoroti revolusi informatika yang melanda dunia dalam beberapa waktu terakhir. Dia menilai kebijakan langit terbuka (open sky policy) yang ditempuh pemerintah turut menjadi faktor pemicu (triggering factor) perundungan dan permesuman.

Pernyataan tersebut disampaikan Din dalam momentum Hari Santri Nasional 2026 sebagai bagian dari keprihatinannya terhadap praktik perundungan dan permesuman yang tidak hanya menjadi persoalan di lingkungan pesantren, tetapi juga di berbagai ruang sosial.(**)

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri 2026, Sekjen MUI Dorong Pesantren Ambil Peran Utama Peradaban Dunia
Penasihat Khusus Presiden dan Aktivis Buruh Bela Gabriel: Ketidaktahuan Hukum Berujung Penjara
Rocky Gerung ke Mahasiswa: Demo Pakai Otak, Pahami Isu Global dan Pertarungan Ideologi
Komoditas Lampung Go Global: Tepung Mocaf dan Ikan Cobia Batin Wulan Pikat Pengunjung IN2HCC
Mende Rilis Single Kedua “Cerita Cinta”, Gandeng Yunan Helmi Angkat Kisah Cinta Masa SMA
Bukti Kualitas Layanan Unggulan! IAS Group Sabet Apresiasi Prestisius di Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Pacu Kesejahteraan Warga Lewat Zakat Produktif, Gubernur Lampung Sabet Penghargaan Bergengsi BAZNAS
The KIM’5 Rilis Single Perdana “KAMU”, Usung Kisah Cinta dan Kesetiaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Peringatan Hari Santri 2026, Sekjen MUI Dorong Pesantren Ambil Peran Utama Peradaban Dunia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Penasihat Khusus Presiden dan Aktivis Buruh Bela Gabriel: Ketidaktahuan Hukum Berujung Penjara

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Rocky Gerung ke Mahasiswa: Demo Pakai Otak, Pahami Isu Global dan Pertarungan Ideologi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Komoditas Lampung Go Global: Tepung Mocaf dan Ikan Cobia Batin Wulan Pikat Pengunjung IN2HCC

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Mende Rilis Single Kedua “Cerita Cinta”, Gandeng Yunan Helmi Angkat Kisah Cinta Masa SMA

Berita Terbaru