Sabo Dam di Tapanuli Tengah Dikebut untuk Kurangi Risiko Banjir dan Bencana Susulan

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Tapanuli Tengah – Penanganan kawasan hulu Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mengantisipasi banjir susulan serta melindungi permukiman dan lahan pertanian warga apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Tukka sebagai infrastruktur pengendali sedimen.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan bencana di Sumatera Utara. Pengendapan lumpur sebelumnya berdampak pada permukiman, perkantoran, sekolah, rumah ibadah, hingga persawahan.

“Penanganan di wilayah hulu ini harus kita percepat. Jangan sampai ketika hujan deras turun, aliran air dan material kembali turun dan berdampak ke masyarakat,” ujar Tito saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Tengah, Kamis (10/9/2026).

Menurut Tito, Kecamatan Tukka membutuhkan sistem khusus untuk menghadapi curah hujan sekaligus aliran sedimen dari kawasan perbukitan. Karena itu, pembangunan Sabo Dam menjadi bagian penting dari sistem perlindungan kawasan.

Pada tahap awal, satu Sabo Dam Aek Tukka dan satu Sabo Dam Sigala-gala disiapkan untuk memperkuat pengendalian aliran air dan sedimen. Pembangunan tahap awal tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Penguatan akan dilanjutkan tahun depan melalui pembangunan dua Sabo Dam tambahan. Dengan demikian, total akan terdapat empat Sabo Dam khusus di Kecamatan Tukka untuk memperkuat perlindungan kawasan.

“Setelah itu, tahun depan dibangun lagi dua, jadi totalnya empat, khusus di Kecamatan Tukka ini,” kata Tito.

Pembangunan Sabo Dam berjalan beriringan dengan normalisasi saluran air dan sungai serta pembangunan dinding penahan atau retaining wall sepanjang 1,6 kilometer. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk memperkuat perlindungan kawasan dari aliran air dan material yang berpotensi kembali mengancam permukiman.

Di sisi lain, pemulihan rumah warga dan fasilitas pelayanan dasar yang terdampak juga dilakukan. Langkah tersebut diperlukan agar pemulihan masyarakat tetap berjalan tanpa menunggu seluruh pekerjaan pengendalian di kawasan hulu selesai.

Tito menegaskan, seluruh program pemulihan Tapanuli Tengah perlu dilakukan secara paralel. Penguatan infrastruktur di hulu, normalisasi sungai, serta pemulihan berbagai fasilitas terdampak menjadi satu rangkaian penanganan untuk mengurangi risiko sekaligus mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat.

Dengan percepatan penanganan tersebut, Tapanuli Tengah diharapkan tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga memiliki sistem perlindungan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman banjir dan sedimentasi.(lsi)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Kasatgas PRR: Pemulihan SMP Negeri 1 Tukka melalui Swakelola Patut Diapresiasi
Kasatgas PRR Minta Pembangunan Huntap Tapanuli Tengah Dikebut
Tim SAR Perluas Pencarian Rombongan Jurnalis Menjadi Enam Sektor
Sekjen Kemendagri Tekankan Pentingnya Akuntabilitas dalam Pengelolaan Anggaran
IMT-GT Didorong Jadi Platform Strategis untuk Perkuat Ekonomi Kawasan
Percepat Penanganan Warga Terdampak Konflik, Wamendagri Dorong Pendataan di Papua
Wamendagri Bima Arya: Pembangunan Daerah Harus Berbasis Ketahanan Bencana
Mendagri Dorong Sinergi Gubernur se-Sumatera untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:44 WIB

Kasatgas PRR: Pemulihan SMP Negeri 1 Tukka melalui Swakelola Patut Diapresiasi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WIB

Kasatgas PRR Minta Pembangunan Huntap Tapanuli Tengah Dikebut

Kamis, 10 September 2026 - 18:59 WIB

Tim SAR Perluas Pencarian Rombongan Jurnalis Menjadi Enam Sektor

Kamis, 10 September 2026 - 18:12 WIB

Sabo Dam di Tapanuli Tengah Dikebut untuk Kurangi Risiko Banjir dan Bencana Susulan

Kamis, 10 September 2026 - 09:10 WIB

IMT-GT Didorong Jadi Platform Strategis untuk Perkuat Ekonomi Kawasan

Berita Terbaru