Gempa Susulan Flores 7,7 Magnitudo, Capai 13.863, BMKG: Aktivitas Mulai Menurun

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Aktivitas gempa susulan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung hingga Rabu (9/9/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 13.863 gempa susulan hingga Rabu pukul 05.00 WIB. Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil bermagnitudo 0,9.

“Update gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 9 September 2026, pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 13.863,” demikian keterangan BMKG yang dimuat di laman resminya.

BMKG juga mencatat terdapat 38 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5. Sementara itu, sebanyak 183 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Aktivitas Gempa Mulai Menurun

Meskipun jumlah gempa susulan masih tinggi, BMKG menyebut terdapat indikasi aktivitas kegempaan mulai mengalami penurunan.

Hal itu terlihat dari grafik peluruhan gempa susulan yang dipantau BMKG. Berdasarkan pola tersebut, aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

“Dari grafik peluruhan, mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu,” tulis BMKG.

Dengan demikian, penurunan aktivitas tidak berarti gempa susulan telah sepenuhnya berakhir. Masyarakat di wilayah terdampak masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Gempa M5 dan M4,8 Masih Terjadi

Aktivitas gempa susulan juga masih tercatat dalam beberapa jam terakhir.

Pada Selasa (8/9/2026) malam, gempa susulan bermagnitudo 5 mengguncang wilayah Flores. Kemudian pada Rabu pagi, gempa susulan bermagnitudo 4,8 kembali terjadi.

BMKG mencatat kedua gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity).

Pada intensitas III MMI, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Getaran juga dapat menyebabkan lantai atau kaca jendela terasa bergetar.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat diimbau mengandalkan informasi resmi BMKG serta tidak mempercayai informasi mengenai prediksi waktu terjadinya gempa yang tidak bersumber dari lembaga berwenang. (ihd)

Berita Terkait

Hilang Kontak di Selat Sunda, Rombongan Jurnalis dalam Pencarian Tim Gabungan
Wamendagri Ribka Tagih Komitmen 26 Pemda Papua, Dana Otsus Tahap II Belum Cair
Penanganan Bencana NTT Dipercepat, Mendagri Minta Kebutuhan Warga Segera Dipenuhi
Pemerintah Kebut RUU Satu Data Indonesia, Wujudkan Data Terintegrasi untuk Semua
Wamendagri Bima Tekankan Keteladanan Nabi sebagai Pedoman ASN Menjalankan Amanah
Lima Bandara Kembali Dibuka, Abu Vulkanik Masih Jadi Ancaman Penerbangan
Abu Anak Krakatau Belum Reda, Sekolah di Lebak Kembali Belajar dari Rumah
Wamendagri Bima Tekankan Pentingnya Peran Pemda dalam Reforma Agraria

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Hilang Kontak di Selat Sunda, Rombongan Jurnalis dalam Pencarian Tim Gabungan

Rabu, 9 September 2026 - 07:57 WIB

Gempa Susulan Flores 7,7 Magnitudo, Capai 13.863, BMKG: Aktivitas Mulai Menurun

Rabu, 9 September 2026 - 07:48 WIB

Wamendagri Ribka Tagih Komitmen 26 Pemda Papua, Dana Otsus Tahap II Belum Cair

Selasa, 8 September 2026 - 20:43 WIB

Penanganan Bencana NTT Dipercepat, Mendagri Minta Kebutuhan Warga Segera Dipenuhi

Selasa, 8 September 2026 - 20:33 WIB

Pemerintah Kebut RUU Satu Data Indonesia, Wujudkan Data Terintegrasi untuk Semua

Berita Terbaru