Pemerintah Kota Yogyakarta Dorong Pelajar Bersepeda ke Sekolah, Jalur Sepeda Bakal Diperkuat

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong pelajar kembali menggunakan sepeda sebagai moda transportasi menuju sekolah. Dukungan itu disampaikan menyusul kampanye bike to school yang digelar komunitas Krosspit bersama Pacific Bike di SMPN 6 Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, kegiatan edukasi dan kampanye bersepeda ke sekolah menjadi langkah positif untuk mengenalkan kembali budaya bersepeda kepada kalangan pelajar.

Menurut Wawan, gerakan tersebut sejalan dengan program Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe (Sego Segawe) yang pernah digagas Pemkot Yogyakarta pada 2008 saat Herry Zudianto menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta.

“Kami ingin ke depan adik-adik bisa bersekolah menggunakan sepeda. Harapannya kembali lagi kita menggunakan sepeda karena sangat bagus mengayuh dan untuk aktivitas. Kami juga akan sosialisasikan kalau bepergian jarak dekat menggunakan sepeda,” ujar Wawan saat menghadiri kegiatan bike to school di SMPN 6 Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Wawan menyebut Pemkot Yogyakarta telah menyediakan sejumlah infrastruktur pendukung bagi pengguna sepeda. Fasilitas tersebut meliputi jalur sepeda, rambu-rambu, hingga ruang tunggu sepeda di sejumlah persimpangan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).

Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, terdapat 65 ruas jalan dengan lajur sepeda, 152 ruang tunggu sepeda, serta 421 rambu jalur alternatif sepeda.

Pemkot Yogyakarta berencana memperkuat fasilitas tersebut sebelum kembali menggaungkan gerakan bersepeda secara lebih luas di tengah masyarakat.

“Pemerintah akan memperkuat dulu sarana prasarana jalur-jalur sepeda dan ruang tunggu di banyak perempatan bagi pengguna sepeda. Kita siapkan dulu dengan baik sebelum launching gerakan bersepeda kembali,” kata Wawan.

Menurutnya, ketersediaan infrastruktur yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong masyarakat, termasuk pelajar, menggunakan sepeda dalam aktivitas sehari-hari.

Kepala SMPN 16 Yogyakarta Dwi Isnawati mengatakan pihak sekolah mendukung kampanye bike to school, terutama karena kegiatan tersebut memberikan edukasi mengenai keselamatan bersepeda sekaligus manfaatnya bagi kesehatan.

Dwi mengakui sebagian besar pelajar masih datang ke sekolah dengan diantar orang tua. Namun, sejumlah siswa yang tinggal di sekitar sekolah telah memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda.

“Kebetulan melalui zonasi penerimaan peserta didik itu yang terjaring itu banyak anak-anak di sekitar sekolah. Jadi yang rumahnya di sekitar sekolah ada sebagian anak-anak itu yang hanya jalan kaki, tetapi yang agak jauh sedikit itu biasanya menggunakan sepeda untuk ke sekolah,” jelas Dwi.

Salah satu siswa SMPN 6 Yogyakarta yang rutin bersepeda ke sekolah adalah Andra Keanu Rizqullah. Siswa kelas VIII tersebut bersepeda dari rumahnya di kawasan Cokrodiningratan, tidak jauh dari Tugu Yogyakarta.

Andra membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai sekolah. Ia mengaku lebih menikmati perjalanan ke sekolah dengan menggunakan sepeda.

“Bersepeda selama naik kelas delapan ini. Karena asyik dan seru. Nggak sampai sepuluh menit sampai sekolah. Ayo naik sepeda, sepeda itu asyik,” ujar Andra.

Pendiri Krosspit, Putro Setiawan mengatakan kegiatan bike to school di SMPN 6 Yogyakarta merupakan bagian dari program Spedanesia 2026–2027 bertajuk Building Indonesia’s Cycling Culture.

Program tersebut tidak hanya bertujuan mengajak pelajar menggunakan sepeda, tetapi juga memberikan edukasi mengenai budaya bersepeda, pola hidup sehat, serta keselamatan berlalu lintas.

Putro menilai penggunaan sepeda oleh pelajar juga dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan dan lalu lintas perkotaan.

“Kita menggerakan bersepeda di sekolah biar anak-anak bisa lebih sehat terus mengurangi polusi udara. Selama ini setiap pagi jalanan dikuasai kendaraan mobil dan sepeda motor yang mengantarkan anak ke sekolah,” tutur Putro.

Menurut dia, semakin banyak pelajar yang bersepeda ke sekolah berpotensi mengurangi jumlah kendaraan bermotor pada jam sibuk pagi hari.

“Kalau seumpama kita bisa galakkan kembali berangkat sekolah dengan naik sepeda itu akan lebih baik menurut saya. Karena di samping sehat, mengurangi polusi udara, dan juga mengurangi kemacetan,” pungkasnya. (Aga)

Berita Terkait

Mahasiswa Asing Ikuti Mataf UMY, Rasakan Kesan Pertama di Lingkungan Kampus
Pemerintah Kota Yogyakarta Perkuat Pengawasan MBG, Dorong Perluasan Sasaran untuk Ibu Hamil dan Balita
Ancam Sanksi Pidana Bagi yang Lalai, Yogyakarta Perketat Pengawasan Program MBG
Status Kampus Bukan Jaminan Mutu, Standar Pendidikan Jadi Faktor Penentu
Desil Data Berubah, Pemkot Yogyakarta Siapkan Jamkesda agar Warga Tak Kehilangan Jaminan Kesehatan
Karang Taruna Kota Yogyakarta Periode 2026-2031 Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Pemuda
Loman Park Hotel Yogyakarta Hidupkan ASEAN Sports Day 2026 dengan Sport, Wellness dan Seni
Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair Disnakertrans DIY 2026, Loman Park Hotel Jadi Pusat Perburuan Karier

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:40 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta Perkuat Pengawasan MBG, Dorong Perluasan Sasaran untuk Ibu Hamil dan Balita

Senin, 7 September 2026 - 15:24 WIB

Ancam Sanksi Pidana Bagi yang Lalai, Yogyakarta Perketat Pengawasan Program MBG

Senin, 7 September 2026 - 15:03 WIB

Status Kampus Bukan Jaminan Mutu, Standar Pendidikan Jadi Faktor Penentu

Senin, 7 September 2026 - 10:27 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta Dorong Pelajar Bersepeda ke Sekolah, Jalur Sepeda Bakal Diperkuat

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Desil Data Berubah, Pemkot Yogyakarta Siapkan Jamkesda agar Warga Tak Kehilangan Jaminan Kesehatan

Berita Terbaru