Kemenag Fleksibelkan Kegiatan Belajar di Wilayah Terdampak Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang guru dengan masker wajah berdiri termangu di depan kelas yang baru saja ditinggalkan para siswa sesaat abu vulkanik masuk ke dalam ruangan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026). (Jennus/Ihade)

Seorang guru dengan masker wajah berdiri termangu di depan kelas yang baru saja ditinggalkan para siswa sesaat abu vulkanik masuk ke dalam ruangan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026). (Jennus/Ihade)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Kementerian Agama memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan Islam untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar di wilayah yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi gunung api. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap jadwal, lokasi, hingga metode pembelajaran sesuai dengan tingkat keamanan daerah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan, satuan pendidikan dapat mengubah jam masuk dan pulang, mengurangi durasi pembelajaran tatap muka atau pengajian, serta memindahkan kegiatan ke lokasi yang lebih aman.

“Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengubah jam masuk dan pulang, mengurangi durasi pembelajaran tatap muka atau pengajian, memindahkan kegiatan ke lokasi yang lebih aman, membatasi kegiatan di luar ruangan, hingga mengalihkan pembelajaran sementara ke pembelajaran jarak jauh,” ujar Suyitno di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Apabila kondisi dinilai membahayakan, kegiatan pembelajaran tatap muka dapat dihentikan sementara. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran pada Raudhatul Athfal/Madrasah, Pesantren, Satuan Pendidikan Keagamaan Islam, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang Terdampak Abu Vulkanik Aktivitas Gunung Berapi.

Kebijakan itu diterbitkan menyusul aktivitas sejumlah gunung api dalam beberapa hari terakhir. Selain Gunung Anak Krakatau di Banten, erupsi juga terjadi di Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Semeru di Jawa Timur. Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga dilaporkan sempat mengalami peningkatan aktivitas.

Melalui surat edaran tersebut, pimpinan satuan pendidikan Islam diminta menyesuaikan kegiatan pembelajaran berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah. Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.

Selain pembelajaran, satuan pendidikan diwajibkan memastikan sarana dan prasarana dibersihkan dari paparan abu vulkanik serta menyediakan masker. Kemenag menganjurkan penggunaan masker N95, KN95, KF94, atau FFP2. Masker medis dapat digunakan sebagai pengganti sementara.

Warga satuan pendidikan Islam juga diimbau mengenakan pakaian tertutup dan pelindung mata ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Suyitno mengatakan, warga satuan pendidikan yang mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas, nyeri dada, atau mata terasa nyeri dan memerah, harus segera mendapatkan penanganan medis.

“Pimpinan satuan pendidikan Islam diminta merujuk yang bersangkutan ke puskesmas atau rumah sakit,” katanya.

Kemenag juga meminta pimpinan satuan pendidikan menyampaikan informasi mengenai perubahan kegiatan pembelajaran kepada peserta didik, orangtua atau wali, pendidik, dan tenaga kependidikan secara jelas. Informasi yang disampaikan harus bersumber dari kanal resmi dan tidak menimbulkan kepanikan.

Menurut Suyitno, kegiatan pembelajaran secara normal dapat kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman oleh instansi yang berwenang.

“Kita berdoa semoga erupsi gunung berapi segera mereda dan keadaan kembali kondusif sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas sebagaimana biasanya,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Momentum HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Wamendagri Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Pacu Ekonomi Kreatif
Kemenag Bidik Potensi Dana Sosial Syariah Rp1.200 Triliun per Tahun
Digitalisasi Perlinsos Jadi Kunci, Mendagri Peringatkan Pemda Soal Integrasi Data IT
KDKMP Harus Tangguh! Bima Arya Minta Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Diperkuat
Bebaskan Daerah 3T dari Kegelapan, Kemendagri Pacu Pemanfaatan Energi Bersih Terbarukan
Antisipasi Karhutla di Kaltim, Wamendagri Wiyagus Minta Seluruh Unsur Forkopimda Satukan Langkah
Layanan Kesehatan Sumatera Bangkit! Kasatgas Tito Ungkap Progres Pesat Rehabilitasi Faskes
Mendagri Pasang Badan: Aturan Daerah Harus Bawa Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Momentum HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Wamendagri Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Pacu Ekonomi Kreatif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kemenag Bidik Potensi Dana Sosial Syariah Rp1.200 Triliun per Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Digitalisasi Perlinsos Jadi Kunci, Mendagri Peringatkan Pemda Soal Integrasi Data IT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KDKMP Harus Tangguh! Bima Arya Minta Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Diperkuat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bebaskan Daerah 3T dari Kegelapan, Kemendagri Pacu Pemanfaatan Energi Bersih Terbarukan

Berita Terbaru