JENDELANUSANTARA.COM, JOGJA – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan bagi korban bencana NTT melalui kegiatan kemanusiaan di SMA Santo Thomas Timoho Yogyakarta Selasa (25/8/2026) sore.
Gerakan Pemuda Marhaen hadir membawa solidaritas untuk masyarakat NTT yang masih menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak secara nyata.
Juru Bicara GPM Antonius Fokki Ardiyanto mengatakan kepedulian tidak cukup diwujudkan melalui rasa iba, tetapi harus bergerak menjadi tindakan nyata bagi sesama.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti pada rasa iba, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” kata Fokki bersama masyarakat.
Menurut Fokki, bantuan tersebut menjadi pesan kemanusiaan bahwa korban bencana tidak sendirian menghadapi kesulitan selama menjalani masa pemulihan bersama masyarakat secara bertahap kini.
“Ketika saudara kita di NTT mengalami bencana, maka kepedulian harus hadir tanpa melihat jarak,” ujar Fokki dalam kegiatan kemanusiaan tersebut bersama mahasiswa NTT.
Penyerahan bantuan berlangsung di SMA Santo Thomas Timoho Yogyakarta, sekaligus mempertemukan semangat solidaritas GPM dengan mahasiswa asal NTT yang berada Yogyakarta saat ini.
Fokki menegaskan gerakan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari perjuangan GPM yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai perhatian utama dalam kehidupan bersama secara berkelanjutan masyarakat.
“Bantuan kecil sekalipun menjadi berarti ketika diberikan dengan ketulusan,” ujar Fokki, menegaskan pentingnya gotong royong membantu korban bencana NTT bersama masyarakat di Yogyakarta.
Perwakilan mahasiswa asal Manggarai NTT, Yanto menyampaikan apresiasi kepada GPM karena peduli terhadap keluarga mereka yang terdampak bencana di daerah asal Yogyakarta.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada GPM yang begitu peduli kepada keluarga kami di NTT, terutama Kabupaten Nagekeo dan Manggarai,” katanya dengan haru.
Yanto menyebut mahasiswa NTT di Yogyakarta berasal dari berbagai kampus, seperti APMD, Mercu Buana, AKPRIND, UWM, UST, Sanata Dharma, Amikom dan lainnya Yogyakarta.
Mahasiswa tersebut menjadi penghubung solidaritas Yogyakarta dan NTT, sekaligus membawa kabar bahwa kondisi korban masih membutuhkan bantuan serta perhatian masyarakat luas hingga kini.
Ketua RW setempat turut menyampaikan terima kasih kepada GPM DIY yang memberikan rezekinya untuk membantu saudara-saudara asal NTT terkena musibah secara langsung Yogyakarta.
“Jangan menilai besar kecilnya bantuan, tetapi keikhlasan dan ketulusan merupakan bentuk rasa cinta sesama,” ujar perwakilan RW dalam kesempatan tersebut kepada semua penuh.
GPM mengajak masyarakat memperkuat solidaritas tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan karena kemanusiaan menjadi dasar utama kepedulian bersama bagi korban membutuhkan.
Menurut GPM, solidaritas tidak mengenal batas wilayah karena penderitaan akibat bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama dari masyarakat Indonesia.
Fokki berharap aksi tersebut menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergerak membantu korban bencana NTT hingga proses pemulihan berlangsung lebih kuat bersama secara berkelanjutan. (ady)














