Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan udara menghantam sebuah apartemen di Menara Al-Sousi, dekat kawasan pelabuhan di Kota Gaza. (Anadolu)

Serangan udara menghantam sebuah apartemen di Menara Al-Sousi, dekat kawasan pelabuhan di Kota Gaza. (Anadolu)

JENDELANUSANTARA.COM, Gaza – Harapan meredanya pertempuran di Jalur Gaza kembali dibayangi kekerasan. Sedikitnya delapan warga Palestina, termasuk dua anak, tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di sejumlah wilayah Gaza, Minggu (2/8/2026), meski para pihak sebelumnya mengumumkan kesepakatan untuk melanjutkan gencatan senjata.

Serangan berlangsung sedikitnya di tiga lokasi berbeda, yakni Khan Younis di Gaza selatan, Deir al-Balah di Gaza tengah, dan Kota Gaza. Selain menewaskan delapan orang, beberapa warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Di Khan Younis, sebuah apartemen di kawasan Al-Qarara, barat laut kota, menjadi sasaran serangan udara. Sumber medis di Rumah Sakit Nasser menyebutkan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya terluka.

Para saksi mengatakan kepada Anadolu bahwa apartemen tersebut merupakan milik keluarga Al-Hams. Tiga korban tewas adalah Mahmoud Zaki Al-Hams (38), istrinya Fatima Al-Hams (37), serta putri mereka yang masih kecil. Jenazah ketiganya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Nasser.

Tak lama berselang, artileri Israel juga menggempur kawasan Dar Al-Salam di pusat Khan Younis. Hingga Minggu sore waktu setempat belum ada laporan mengenai korban akibat serangan tersebut.

Di wilayah Gaza tengah, pasangan suami istri Kamal Abu Muailiq (68) dan Huda (59) turut menjadi korban setelah rumah mereka di kawasan Al-Mashaala, sebelah barat Deir al-Balah, dihantam serangan yang menurut sumber medis dan para saksi dilakukan menggunakan helikopter militer Israel.

Sementara itu, di Kota Gaza, serangan udara menghantam sebuah apartemen di Menara Al-Sousi, dekat kawasan pelabuhan. Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa menyebutkan tiga anggota satu keluarga meninggal dunia, yakni Abdullah Abu Taif (33), istrinya Abeer Anan (29), dan putra mereka yang berusia lima tahun, Azzam.

Di lokasi lain, seorang warga Palestina dilaporkan terluka setelah sebuah apartemen di dekat Masjid Palestina, kawasan Al-Nasr, Gaza City bagian barat, menjadi sasaran serangan terpisah.

Kendaraan militer Israel juga dilaporkan melepaskan tembakan ke arah wilayah timur Al-Tuffah di Gaza City. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban dalam insiden tersebut.

Gelombang serangan terbaru ini terjadi ketika proses diplomatik untuk menghentikan perang masih berlangsung. Para mediator internasional sebelumnya mengumumkan adanya kesepakatan untuk melanjutkan tahapan gencatan senjata yang diharapkan dapat membuka jalan bagi penghentian permusuhan secara lebih permanen, pembebasan para sandera, serta peningkatan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Namun, serangan yang masih terus terjadi menunjukkan rapuhnya proses tersebut. Di lapangan, operasi militer Israel dan aksi saling serang masih berlangsung di sejumlah titik, sementara warga sipil tetap menjadi kelompok yang paling rentan terdampak konflik.

Perang di Gaza yang telah berlangsung berbulan-bulan memicu krisis kemanusiaan yang semakin dalam. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan permukiman dan infrastruktur, sementara distribusi bantuan pangan, air bersih, serta layanan kesehatan masih menghadapi berbagai kendala di tengah situasi keamanan yang belum kondusif. (anadolu/ihd)

Berita Terkait

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Berita Terbaru