Garuda Finishers Diluncurkan, Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Komunitas Gerakkan Ekonomi Kreatif

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri peluncuran Garuda Finishers  di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/7/2026)

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri peluncuran Garuda Finishers di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/7/2026)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri peluncuran Garuda Finishers di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/7), sebagai dukungan pemerintah terhadap kolaborasi lintas sektor yang memadukan olahraga dengan ekonomi kreatif.

Komunitas lari nasional yang diinisiasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada 2012 ini kembali diluncurkan dengan semangat baru untuk mempererat kebersamaan antarkomunitas lari dari berbagai daerah sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan sportivitas. Mengusung filosofi pantang menyerah, Garuda Finishers diharapkan menjadi wadah yang merangkul berbagai elemen masyarakat dan instansi melalui olahraga.

“Kalau saya, tidak hanya ingin kita semua menjadi bagian dari komunitas lari, tapi juga menjadi sebuah gerakan, sebuah movement, bahwa Garuda Finisher itu hadir dengan spirit, never give up,” ungkap AHY.

Kolaborasi lintas komunitas dan subsektor ini sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth. Melalui pendekatan gaya hidup dan partisipasi publik, Garuda Finishers diharapkan dapat berkembang di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas.

“Kolaborasi antara sektor olahraga dan ekonomi kreatif memiliki daya dorong luar biasa bagi perekonomian nasional. Dengan memanfaatkan pendekatan gaya hidup dan keterlibatan komunitas, inisiatif ini berhasil menggerakkan berbagai bidang kreatif, mulai dari desain apparel hingga media dan hiburan, sekaligus menciptakan lapangan kerja. Model berbasis partisipasi publik ini sangat perlu kita replikasi di kota-kota lain,” ujar Teuku Riefky.

Perkembangan event lari di Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar bagi penguatan industri olahraga nasional dan ekonomi kreatif. Kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem yang mandiri dan berdaya saing.

“Melalui sinergi heksaheliks yang solid dan inklusif, perhelatan olahraga bukan sekadar ajang kompetisi fisik, melainkan wadah pemersatu seluruh elemen bangsa, tempat berbagai komunitas melebur dalam semangat kolaborasi, sekaligus menjadi panggung unjuk gigi bagi produk-produk kreatif lokal demi menggerakkan perekonomian nasional,” imbuh Teuku Riefky.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lari bersama sejauh 5 kilometer di kawasan Car Free Day yang diikuti sekitar 600 pelari dari 48 komunitas lari di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Papua, Kalimantan Selatan, hingga Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Fitness Truck, fasilitas gim portabel yang memungkinkan masyarakat berolahraga di ruang terbuka. Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran resmi Garuda Finishers, diskusi interaktif bersama Ketua Umum Garuda Finishers Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta panggung hiburan dan kuliner.

Acara juga dihadiri Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Sedangkan Menteri Ekraf turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Firmansyah. (gla)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Kasus Refill Gas Portable Masuk Sidang Praperadilan, Permohonan Dibacakan di PN Jakarta Utara
Tak Diborgol dan Tak Mengenakan Rompi Tahanan, Proses Penahanan Mantan Jampidsus Dipertanyakan
Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik
​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah
Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Ajak Kader Demokrat Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan
 Janji Pekerjaan Jadi Jebakan, Tiga Anak Bawah Umur Korban Sindikat TPPO
Dugaan Maladministrasi Penanganan Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG Jadi Sorotan Ombudsman RI
Koalisi Masyarakat Sipil Ajukan Uji Materi PP 71/2019 ke Mahkamah Agung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kasus Refill Gas Portable Masuk Sidang Praperadilan, Permohonan Dibacakan di PN Jakarta Utara

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:24 WIB

Garuda Finishers Diluncurkan, Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Komunitas Gerakkan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:46 WIB

Tak Diborgol dan Tak Mengenakan Rompi Tahanan, Proses Penahanan Mantan Jampidsus Dipertanyakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:51 WIB

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:00 WIB

​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah

Berita Terbaru