JAFF Market 2026 Siap Digelar, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Industri Film Asia Tenggara

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, JAKARTA – Industri perfilman Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Di tengah meningkatnya jumlah penonton dan lahirnya berbagai karya berkualitas, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali menghadirkan JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank, yang akan berlangsung pada (28/11/26 – 30/11/26) di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Memasuki penyelenggaraan ketiga, JAFF Market semakin mengukuhkan posisinya sebagai pasar film terbesar di Indonesia sekaligus salah satu agenda industri perfilman paling penting di kawasan Asia Tenggara. Tahun ini, JAFF Market kembali menggandeng Amar Bank sebagai mitra utama untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

Berbeda dari festival film pada umumnya, JAFF Market menjadi ruang pertemuan bagi seluruh pelaku industri, mulai dari sineas, produser, investor, distributor, pemilik intellectual property (IP), hingga berbagai institusi pendukung industri kreatif.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengatakan pemerintah mendukung penuh penyelenggaraan JAFF Market sebagai langkah strategis memperkuat industri film Indonesia.

“Kita tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya dalam konferensi pers JAFF Market 2026.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar industri perfilman nasional dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menilai industri film Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang. Tantangan industri, kata dia, bukan lagi sekadar memproduksi lebih banyak film, tetapi memastikan setiap proyek memperoleh akses pembiayaan, pasar, dan mitra strategis.

“JAFF Market hadir sebagai market hub. Kami melihat semakin banyak proyek menemukan pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia berhasil menjangkau pasar yang lebih luas. Kebutuhan terhadap platform seperti JAFF Market terus meningkat seiring besarnya minat investasi di sektor perfilman,” kata Linda.

Hal senada disampaikan Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah. Menurutnya, Indonesia memiliki talenta kreatif dan kekayaan IP yang besar, namun masih membutuhkan infrastruktur industri yang mampu mempertemukan para kreator dengan investor dan pasar global.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, JAFF Market 2026 kembali menghadirkan berbagai program unggulan, di antaranya Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, serta JAFF IP Connection yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Amar Bank menjadi bukti meningkatnya perhatian sektor keuangan terhadap potensi ekonomi industri kreatif. Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menyebut dukungan terhadap JAFF Market merupakan bagian dari upaya membangun sistem pembiayaan yang lebih relevan bagi industri film.

Tak hanya itu, JAFF Market juga menggandeng Badan Perfilman Indonesia (BPI) serta sejumlah asosiasi perfilman seperti APROFI, IFDC, PILAR, INAFEd, ICS, dan ACI untuk memperkuat kapasitas industri dari hulu hingga hilir.

Sebagai bagian dari strategi internasional, JAFF Market juga terus memperluas jejaring global melalui keikutsertaan dalam berbagai ajang industri dunia seperti Marché du Film di Cannes, Asian Contents & Film Market di Busan, serta Asia TV Forum & Market (ATF) di Singapura. Langkah ini dilakukan untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama sekaligus mempromosikan talenta dan karya Indonesia ke pasar internasional.

Dengan semakin besarnya minat investor, meningkatnya jumlah penonton film nasional, serta dukungan pemerintah dan pelaku industri, JAFF Market 2026 diharapkan menjadi momentum penting yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri film paling menjanjikan di Asia Tenggara.

JAFF sendiri akan berlangsung pada (28/11/26 – 5/12/26), sementara JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank digelar pada (28/11/26 – 30/11/26) di Yogyakarta. (Aga)

Berita Terkait

Tangkal Paham Radikal Sejak Dini, Rumah Moderasi Apresiasi Langkah Polri di HUT Bhayangkara ke-80
Mentrans: Setelah Hampir Delapan Tahun Menunggu, Tanah Warga Transmigran Akhirnya Resmi Menjadi Hak Mereka
Kementerian Transmigrasi memberikan atensi penuh terhadap kepastian hak atas tanah bagi warga eks-transmigran di Sulawesi Barat.
Bimtek PMAKI di Jakarta Timur Perkuat Pendidikan Antikorupsi bagi Para Guru
Konferensi Republik Bangkit Jadi Ruang Konsolidasi Demokrasi Antar Generasi
Pemprov Lampung dan BP BUMN Bahas Aerocity Radin Inten II
Wakil Meteri PPPA dan LPSK Perkuat Sinergi Penanganan Kasus Penyiksaan dan Penyekapan Korban YTR
Penolong: Moralitas Polisi dalam Pemolisiannya

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:01 WIB

JAFF Market 2026 Siap Digelar, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Industri Film Asia Tenggara

Senin, 29 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mentrans: Setelah Hampir Delapan Tahun Menunggu, Tanah Warga Transmigran Akhirnya Resmi Menjadi Hak Mereka

Senin, 29 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kementerian Transmigrasi memberikan atensi penuh terhadap kepastian hak atas tanah bagi warga eks-transmigran di Sulawesi Barat.

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:22 WIB

Bimtek PMAKI di Jakarta Timur Perkuat Pendidikan Antikorupsi bagi Para Guru

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:51 WIB

Konferensi Republik Bangkit Jadi Ruang Konsolidasi Demokrasi Antar Generasi

Berita Terbaru

mengabadikan momen saat politikus Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan intervensi dan catatan penting di sela-sela rapat kerja anggota dewan. Beliau menyampaikan bahwa evaluasi terhadap program Latsarmil merupakan hal yang wajar demi peningkatan mutu dan kualitas pelaksanaan ke depan.

SUMATERA UTARA

Gerindra: Hasil Evaluasi Latsarmil Akan Perkuat Pelaksanaan KDMP-KNMP

Selasa, 30 Jun 2026 - 11:34 WIB