Menteri Iftitah Dorong Transformasi Kawasan Transmigrasi sebagai Pusat Pangan dan Energi

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Gorontalo – Kawasan transmigrasi disiapkan menjadi sentra produksi pangan dan energi untuk menopang agenda swasembada Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ditegaskan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, petani dan nelayan telah menjadi kekuatan utama yang menopang kehidupan rakyat, pejuang, dan prajurit Indonesia.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan. Menurut Presiden, kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.

Sejumlah capaian sektor pertanian turut disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, peningkatan Nilai Tukar Petani hingga 127 persen, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta capaian produksi pangan Indonesia yang disebut mencapai 38 juta ton.

Menteri Transmigrasi menilai arahan Presiden tersebut sangat relevan dengan paradigma baru transmigrasi. Transmigrasi saat ini tidak lagi hanya dipahami sebagai perpindahan penduduk, tetapi sebagai strategi pembangunan kawasan produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan pemerataan ekonomi.

Kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan energi berbasis potensi lokal. Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, kelembagaan ekonomi, dan sumber daya manusia unggul, kawasan transmigrasi dapat menjadi bagian penting dari agenda Indonesia berdiri di atas kaki sendiri.

Melalui momentum PENAS XVII, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan pembangunan kawasan transmigrasi dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan, swasembada energi, dan kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok Indonesia.

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Berita Terkait

Menko AHY Perkuat Konektivitas Bandara dan Destinasi Wisata, Water Taxi Bali Disiapkan
Gandeng InJourney, Menteri Ekraf Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah
Menteri Ekraf: Legal Streaming Platform Dorong Musisi Daerah Tembus Pasar Global
Ketahanan Pangan Nasional Jadi Fokus, Kemendagri Dorong Optimalisasi APBD 2027
Di Hadapan 708 Taruna AAL, AHY Soroti Pentingnya Kekuatan Maritim dan Infrastruktur
DKI Jakarta Hampir Tuntas Sertipikasi Tanah, Capai 98,6 Persen
Pemerintah Perkuat Payung Hukum Daerah Kepulauan, Wamendagri Bima Dorong Penyempurnaan RUU
Yane Ardian Ajak Maksimalkan Potensi Kelor NTT untuk Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:34 WIB

Gandeng InJourney, Menteri Ekraf Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:24 WIB

Menteri Ekraf: Legal Streaming Platform Dorong Musisi Daerah Tembus Pasar Global

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Ketahanan Pangan Nasional Jadi Fokus, Kemendagri Dorong Optimalisasi APBD 2027

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:15 WIB

Menteri Iftitah Dorong Transformasi Kawasan Transmigrasi sebagai Pusat Pangan dan Energi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:02 WIB

Di Hadapan 708 Taruna AAL, AHY Soroti Pentingnya Kekuatan Maritim dan Infrastruktur

Berita Terbaru