Mentrans Tekankan Pentingnya Pemerataan Pembangunan di Luar Jawa

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung – Selama puluhan tahun, sebagian besar penduduk, industri, infrastruktur, perguruan tinggi unggulan, hingga talenta terbaik Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, kondisi tersebut tidak bisa terus berlangsung jika Indonesia ingin menjadi negara maju.

Berbicara di hadapan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (19/6), Iftitah menegaskan masa depan Indonesia tidak ditentukan seberapa maju Pulau Jawa, melainkan oleh kemampuan bangsa membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa.

“Hari ini kita menghadapi kenyataan bahwa penduduk terkonsentrasi di Jawa, industri terkonsentrasi di Jawa, infrastruktur terbaik terkonsentrasi di Jawa, perguruan tinggi terbaik terkonsentrasi di Jawa, dan talenta terbaik juga banyak terkonsentrasi di Jawa,” ujarnya.

Akibatnya, sebagian wilayah Indonesia masih berperan sebagai pemasok bahan mentah, sementara proses pengolahan, inovasi, dan penciptaan nilai tambah lebih banyak terjadi di wilayah lain.

Menurut Iftitah, sejarah dunia menunjukkan tidak ada negara maju yang hanya bertumpu pada satu pusat pertumbuhan. Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Korea Selatan membangun banyak pusat ekonomi baru di luar wilayah yang lebih dulu berkembang.

“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa maju Pulau Jawa. Masa depan Indonesia ditentukan oleh seberapa cepat kita mampu membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai transmigrasi harus kembali diposisikan sebagai instrumen pembangunan ekonomi nasional, bukan sekadar program perpindahan penduduk. Kawasan transmigrasi harus menjadi motor lahirnya pusat-pusat produksi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di seluruh Nusantara.

“Pertanyaannya bukan lagi berapa orang yang berhasil dipindahkan. Pertanyaannya adalah berapa pusat pertumbuhan baru yang berhasil kita bangun,” pungkasnya.(LSI)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Berita Terkait

Diskon Tiket KA Libur Sekolah Diserbu, KAI Daop 2 Bandung Catat Okupansi 73,2 Persen
AHY Dorong Pemanfaatan Keilmuan Kampus untuk Menjawab Tantangan Bangsa
Apresiasi PFmuda, Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Peran Generasi Muda
Pemda Berprestasi di Papua Raih Apresiasi dari Wamendagri Ribka Haluk
Seruni KMP Salurkan Bantuan Pendidikan, Air Bersih, dan Sosial di Kabupaten Kupang
Kinerja Pembangunan Moncer, Daerah di Regional Papua Terima Penghargaan Kemendagri
Mendagri Tito Karnavian Sebut Penghargaan Daerah Berprestasi sebagai Motivasi untuk Berbenah
Hadiri Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy: Memuliakan Sungai Berarti Memuliakan Negara

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:26 WIB

Diskon Tiket KA Libur Sekolah Diserbu, KAI Daop 2 Bandung Catat Okupansi 73,2 Persen

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:54 WIB

AHY Dorong Pemanfaatan Keilmuan Kampus untuk Menjawab Tantangan Bangsa

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:45 WIB

Mentrans Tekankan Pentingnya Pemerataan Pembangunan di Luar Jawa

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:02 WIB

Apresiasi PFmuda, Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Peran Generasi Muda

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:38 WIB

Pemda Berprestasi di Papua Raih Apresiasi dari Wamendagri Ribka Haluk

Berita Terbaru