Bukan Hanya Warisan Budaya, Kementerian Ekraf Perkuat Jamu Jadi Nilai Ekonomi Kreatif

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta, 13 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa jamu tidak hanya warisan budaya bangsa, tetapi juga merupakan _intellectual property_ (IP) kultural. Menurutnya, jamu berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ekraf saat menjadi narasumber dalam Podcast Jejamuan: Jelajah Jamu Nusantara Episode 1 bertema Peradaban di Kepatihan Pakualaman, Yogyakarta.

“Jamu harus terus berkembang melalui penguatan brand, IP, dan hak kekayaan intelektualnya sehingga memiliki nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh ekosistemnya,” ujar Menteri Ekraf, Sabtu (13/6).

Selain itu, Menteri Ekraf menyoroti transformasi jamu yang kini tidak lagi dipandang sebatas minuman herbal tradisional. Jamu telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern dan hadir dalam berbagai ruang ekonomi kreatif, mulai dari kafe, hotel, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata berbasis wellness.

“Hari ini kita melihat jamu tidak lagi hanya identik dengan tradisi masa lalu, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern dan diminati lintas generasi, termasuk Gen Z dan milenial,” jelasnya.

Perubahan tren gaya hidup sehat ini membuka peluang besar bagi produk-produk berbasis jamu untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, penguatan storytelling, branding, promosi, _networking_, akses pasar, dan pendanaan menjadi faktor penting untuk mendorong pelaku usaha jamu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan hingga ke tingkat internasional.

Lebih lanjut, Menteri Ekraf menilai Indonesia memiliki modal kuat menjadi salah satu pusat industri _wellness_ dunia. Kekayaan rempah-rempah, tradisi pengobatan berbasis herbal, serta budaya menjaga kesehatan yang diwariskan lintas generasi merupakan keunggulan yang dapat dijadikn sebagai fondasi.

“Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat wellness dunia. Kita memiliki tradisi jamu yang kuat, kekayaan rempah yang melimpah, dan budaya kesehatan yang masih hidup hingga sekarang. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut secara profesional melalui kolaborasi yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, media, asosiasi, dan institusi keuangan agar mampu bersaing di pasar global,” kata Menteri Ekraf.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan subsektor berbasis _wellness_. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekspor, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, sekaligus memperbesar kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Ekraf siap berkolaborasi dengan Dewan Jamu Indonesia dalam penyelenggaraan Jamu International Conference and Expo (JICE) 2026 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas promosi jamu Indonesia sekaligus memperkuat posisinya di pasar global.

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Dukung Transformasi Ekonomi Nasional, Menteri Ekraf sampaikan 3 Flagship Program 2027
Kementerian Ekraf Gandeng Indosat dan Adobe Kembangkan 15.000 Kreator Muda
Wamen Ossy Dorong ATR/BPN Jadi Mitra Utama Pembangunan Kalimantan Timur
Mendagri dan Menteri PKP Sinkronkan Kebijakan Perumahan untuk Percepat Program 3 Juta Rumah
Mendagri Tinjau BSPS di Jakbar, Pemda Diminta Perluas Intervensi Perbaikan Rumah Warga
Menag Nasaruddin Umar: Tahun Baru Hijriah Momentum Ubah Curiga Jadi Kepercayaan
Waspadai Bencana Susulan, Satgas PRR Perketat Mitigasi di Kawasan Rawan
Mendagri Imbau Pemda Sediakan Fasilitas Nobar Piala Dunia untuk Tingkatkan Aktivitas Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:07 WIB

Dukung Transformasi Ekonomi Nasional, Menteri Ekraf sampaikan 3 Flagship Program 2027

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:41 WIB

Wamen Ossy Dorong ATR/BPN Jadi Mitra Utama Pembangunan Kalimantan Timur

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:35 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Sinkronkan Kebijakan Perumahan untuk Percepat Program 3 Juta Rumah

Senin, 15 Juni 2026 - 20:17 WIB

Mendagri Tinjau BSPS di Jakbar, Pemda Diminta Perluas Intervensi Perbaikan Rumah Warga

Senin, 15 Juni 2026 - 16:33 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Tahun Baru Hijriah Momentum Ubah Curiga Jadi Kepercayaan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Mahasiswa Desak Akuntabilitas Pejabat dalam Forum Pancasila UGM

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:23 WIB