Huntap hingga Jembatan Jadi Fokus Utama Renduk Rehab Rekon Pascabencana

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menjadi kunci dalam memastikan pemulihan permanen berjalan sesuai kebutuhan wilayah terdampak. Dokumen ini, merangkum usulan dari kabupaten, kota, provinsi, serta kementerian dan lembaga untuk kemudian diselaraskan menjadi program pemulihan terpadu selama tiga tahun.

Ketua Satuan Tugas (satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, renduk menjadi pedoman utama dalam proses menuju pemulihan permanen pascabencana.

“Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab rekon (rehabilitasi dan rekonstuksi). Ini kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak dan kementerian/lembaga. Kemudian disandingkan oleh Bappenas dan Satgas PRR juga ikut,” jelas dia seusai rapat bersama DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026)

Menurut Tito, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Dalam dokumen renduk tersebut, tercatat sebanyak 11.512 program dan kegiatan yang akan dikerjakan.

Total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp100,166 triliun untuk periode 2026–2028. Rinciannya, anggaran 2026 sebesar Rp38,9 triliun, 2027 sebesar Rp32,9 triliun, dan 2028 sebesar Rp28,2 triliun.

Porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang mencapai sekitar Rp69 triliun selama tiga tahun pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Yang terbesar infrastruktur, total sekitar Rp69 triliun selama tiga tahun,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak dengan alokasi anggaran sekitar Rp7,4 triliun yang ditargetkan rampung paling lambat pada 2027.

“Hunian tetap menjadi prioritas supaya masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara,” tambah Tito.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan, Renduk Pascabencana Sumatera telah mendapat persetujuan, sehingga pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan maksimal melalui dukungan lintas kementerian/lembaga.

Menurut Dasco, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar proses pemulihan pascabencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Hadiri Agenda di UNPAM, Menko AHY Soroti Peran Strategis Pendidikan
Di Sulbar, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peran GTRA bagi Kepastian Agraria
Kementrans Libatkan Sektor Ekraf dalam Penguatan UMKM Kawasan Transmigrasi
Pemerintah Targetkan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Rampung Tahun 2027
Kemenag Kecam Keras Pembubaran Ibadah di GMS Bantul oleh Laskar FJI
Sekjen Kemendagri: Percepatan Distribusi Minyak Goreng Kunci Utama Stabilitas Harga di Daerah Terpencil
Pemerintah Pusat dan Pemprov Malut Bahas Konektivitas demi Pemerataan Pembangunan
Mendagri Tito Karnavian Dorong Penambahan Anggaran untuk Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:49 WIB

Hadiri Agenda di UNPAM, Menko AHY Soroti Peran Strategis Pendidikan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:41 WIB

Di Sulbar, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peran GTRA bagi Kepastian Agraria

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:33 WIB

Kementrans Libatkan Sektor Ekraf dalam Penguatan UMKM Kawasan Transmigrasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:04 WIB

Huntap hingga Jembatan Jadi Fokus Utama Renduk Rehab Rekon Pascabencana

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:58 WIB

Pemerintah Targetkan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Rampung Tahun 2027

Berita Terbaru