Sapi Berbobot 980 Kilogram dari Pandeglang Lolos Seleksi Kurban Presiden 2026

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Pandeglang – Seekor sapi jenis limosin dari Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang terpilih menjadi sapi kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk wilayah Kabupaten Pandeglang pada Hari Raya Iduladha 2026. Hewan premium tersebut lolos seleksi ketat tim Sekretariat Presiden setelah memenuhi spesifikasi bobot ekstrem dan standar kesehatan veteriner nasional.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Bambang Sugiarto, menyebut sebelumnya ada dua wilayah yang dipetakan sebagai kandidat penyedia. Tim teknis melakukan pemantauan mendalam di peternakan Kecamatan Cibaliung dan Kecamatan Cikesik untuk mencari sapi terbaik.

“Untuk sapi presiden tahun 2026 ini Alhamdulillah ada sapi lokal kita yang memenuhi standar untuk diajukan ke presiden. Dari dua kecamatan yang diajukan yaitu Cibaliung dan Cikesik, yang disetujui adalah Cibaliung,” ujar Bambang Sugiarto, Jumat 22 Mei 2026.

Namun, hasil kurasi akhir tim kepresidenan menjatuhkan pilihan pada sapi asal Cibaliung karena kualifikasinya paling unggul. Ia menyebut persyaratan utama dari istana mengharuskan hewan kurban memiliki berat badan jumbo mendekati satu ton. Selain keunggulan postur fisik, status proteksi medis juga disebutnya menjadi indikator mutlak penentu kelayakan komoditas. Satwa pilihan ini harus dinyatakan bersih dari paparan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Bambang mengatakan b​obot riil sapi kurban milik kepala negara untuk daerah Pandeglang ini tercatat menyentuh angka 980 kilogram. Kebijakan kepresidenan tahun ini dikatakannya memang berfokus pada penyerapan ternak lokal guna menggairahkan perekonomian para peternak di daerah.

Menurutnya ​kepercayaan dari istana dalam memilih dari peternak Pandeglang diharapkan menjadi stimulus bagi peternak lokal Pandeglang untuk terus meningkatkan mutu genetik dan manajemen pakan satwa. DPKP Pandeglang berkomitmen memperluas program pendampingan kesehatan hewan ke berbagai wilayah potensial lainnya.
“Persyaratan utamanya dari bobot badan kurang lebih mendekati satu ton, dan kemarin hasil timbangan sapi Cibaliung ini berbobot sekitar 980 kilogram,” katanya.

Bambang mengatakan pengawasan ketat terhadap sirkulasi kesehatan sapi presiden ini tetap berjalan berkala di bawah pemantauan langsung dokter hewan dinas. Fluktuasi kondisi fisik satwa disebutnya akan terus dipantau guna memastikan performanya tetap prima hingga hari penyembelihan tiba. (denni)

Berita Terkait

Lolos Seleksi Ketat, Sapi Asal Cibaliung Terpilih Jadi Kurban Presiden 2026
Bukan Cuma Teks, SMSI Dorong Media Siber di Banten Kembangkan Konten Kreatif Multi-Platform
Apresiasi Raihan WTP ke-10, Andra Soni Minta Jajaran Pemprov Banten Tidak Terlena dan Terus Jaga Integritas
Ahli Waris Warga Sindangheula Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta
Pemerintah Desa Sindangheula Distribusikan Bantuan Pangan untuk Warga Kurang Mampu
Kapolda Banten Raih Juara 2 Kejuaraan Tenis Kapolda Cup dalam Semarak Hari Bhayangkara ke-80
Dimyati Cup Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Catur di Tanah Jawara
Pemprov Banten Intensifkan Normalisasi Sungai dan Situ untuk Kurangi Risiko Banjir

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 21:34 WIB

Sapi Berbobot 980 Kilogram dari Pandeglang Lolos Seleksi Kurban Presiden 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 20:13 WIB

Lolos Seleksi Ketat, Sapi Asal Cibaliung Terpilih Jadi Kurban Presiden 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 15:17 WIB

Bukan Cuma Teks, SMSI Dorong Media Siber di Banten Kembangkan Konten Kreatif Multi-Platform

Senin, 25 Mei 2026 - 15:06 WIB

Apresiasi Raihan WTP ke-10, Andra Soni Minta Jajaran Pemprov Banten Tidak Terlena dan Terus Jaga Integritas

Senin, 25 Mei 2026 - 14:16 WIB

Ahli Waris Warga Sindangheula Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta

Berita Terbaru