Kelasi Jumran Bunuh Juwita, Keluar Jaga Malam Pakai Baju Teman

Kamis, 8 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

jENDELANUSANTARA.COM, Banjarbaru — Fakta baru dalam persidangan kasus pembunuhan jurnalis Juwita (23) diungkapkan oleh Oditurat Militer III-15 Banjarmasin. Terdakwa Kelasi Satu (KLS) Jumran, anggota TNI AL yang berdinas di Lanal Balikpapan, diduga meninggalkan kesatuan secara diam-diam dengan merekayasa jadwal jaga malam serta meminjam identitas rekannya demi menutupi keberadaannya saat melakukan pembunuhan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kepala Odmil III-15 Banjarmasin Letkol CHK Sunandi menyampaikan hal itu dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer I-06 Banjarmasin, Kamis (8/5/2025), dengan agenda pemeriksaan dua saksi dari Lanal Balikpapan, yakni KLS Vicky Febrian Sakudu dan KLD Kardianus Pati Ratu.

Dalam keterangannya, saksi Vicky menjelaskan bahwa terdakwa pada 21 Maret 2025 berinisiatif mengganti rekan jaga malam dan meninggalkan Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya di pos, agar terkesan tetap berada di markas. Dengan identitas tertinggal dan kehadiran terlapor tidak dicurigai, terdakwa lantas menumpang bus dari Balikpapan menuju Banjarmasin.

Terdakwa juga menggunakan KTP milik Kardianus, saksi kedelapan, untuk membeli tiket pulang. Saat dicecar majelis hakim, Kardianus mengaku menuruti perintah karena takut dipukul oleh terdakwa yang merupakan senior di kesatuan.

Juwita ditemukan tewas di tepi Jalan Trans Gunung Kupang, Kota Banjarbaru, pada 22 Maret 2025, sehari setelah terdakwa diduga meninggalkan markas. Warga awalnya menduga korban mengalami kecelakaan tunggal. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan ada luka lebam di leher dan ponsel korban hilang.

Korban diketahui sebagai jurnalis media daring lokal di Banjarbaru dan telah mengantongi sertifikat uji kompetensi wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda. Informasi sementara dari penyidikan menyebutkan bahwa motif pembunuhan diduga karena terdakwa enggan bertanggung jawab menikahi korban setelah menjalin hubungan intim.

Hingga kini, delapan dari total 11 saksi telah diperiksa dalam persidangan. Tiga saksi lainnya dijadwalkan hadir pada sidang lanjutan, Senin (19/5/2025). (ihd)

Berita Terkait

Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami
Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun
KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok
KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi
MA Tolak Beri Bantuan Hukum Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka Korupsi
OTT KPK di Depok, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Diamankan 
KPK Lakukan Dua OTT, di Lingkungan Bea Cukai Jakarta dan di Banjarmasin
Red Notice Interpol Terbit, Kejagung Buka Opsi Ekstradisi Riza Chalid

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:52 WIB

Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:18 WIB

Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:12 WIB

KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi

Senin, 9 Februari 2026 - 16:05 WIB

MA Tolak Beri Bantuan Hukum Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka Korupsi

Berita Terbaru