509 Daerah Gratiskan BPHTB dan PBG untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian dan Wakil Mendagri Bima Arya pada Rapat Konsinyering Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/9/2025).

Mendagri Tito Karnavian dan Wakil Mendagri Bima Arya pada Rapat Konsinyering Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/9/2025).

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Sebanyak 509 pemerintah daerah di Indonesia telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kebijakan ini merupakan bagian dari program nasional tiga juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut, pembebasan BPHTB dan PBG merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil.

Diharapkan langkah ini tidak hanya meringankan beban warga dalam memiliki rumah layak huni, tetapi juga menimbulkan efek ekonomi berantai di berbagai sektor.

“Program ini berbasis ekonomi kerakyatan karena Presiden menyadari masih banyak rakyat yang belum memiliki rumah layak,” ujar Tito di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Dampak Ekonomi Berantai

Menurut Tito, kebijakan tersebut akan membuka peluang ekonomi baru. Ia menyebut, BPHTB yang semula 5 persen dari NJOP kini dibebaskan sepenuhnya, sementara biaya PBG juga dihapuskan.

“Tujuannya agar masyarakat kecil tidak terbebani biaya saat ingin membangun atau memperbaiki rumah,” katanya.

Program tiga juta rumah yang dikoordinasikan langsung oleh Presiden Prabowo diproyeksikan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 2 persen. Pembangunan sektor perumahan, lanjut Tito, akan menggerakkan industri pendukung mulai dari perbankan, pengembang, arsitek, desainer, hingga industri bahan bangunan.

“Efek domino dari program ini besar. Dari buruh bangunan, arsitek, sampai pemasok kayu dan semen, semuanya akan ikut bergerak,” ujar mantan Kapolri itu.

Pengawasan Ketat

Kemendagri, kata Tito, melakukan pemantauan mingguan terhadap daerah-daerah yang belum menerbitkan Perda pembebasan BPHTB dan PBG. Ia menegaskan, seluruh kepala daerah diminta segera menindaklanjuti kebijakan ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

“Setiap minggu saya cek daerah mana yang sudah menerbitkan PBG untuk MBR dan mana yang belum. Kami ingin semua daerah bergerak serempak,” tuturnya.

Program tiga juta rumah menjadi salah satu proyek prioritas nasional dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Selain untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat kecil, program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan baru di berbagai daerah. (ihd)

Berita Terkait

Ribuan Warga Zikir Kebangsaan di Monas, Layanan 13 KA Dialihkan ke Jatinegara 
Kader Muda Gerindra Sebut Ketua DPW Nasdem Iskandar ST Tendensius kepada Gubernur
MBG Tetap Jadi Program Prioritas Pemerintah Prabowo Usai Kepala BGN Diganti
Masyarakat Sebaiknya Menghindari Tiga Lokasi di Kawasan Jakarta Pusat Siang Ini
Kecongkakan Makan Siang, Pintu Kuliah Menggedor Meja Sang Utusan
Dikuasai Raksasa Teknologi, Iklan Digital Rp71 Triliun Jadi Tantangan Baru Industri Pers
Aksi Mahasiswa Serentak, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Supremasi Sipil
Demo Mahasiswa dalam Blokade, Menguji Pemerintahan Prabowo di Awal Jalan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Ribuan Warga Zikir Kebangsaan di Monas, Layanan 13 KA Dialihkan ke Jatinegara 

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:25 WIB

Kader Muda Gerindra Sebut Ketua DPW Nasdem Iskandar ST Tendensius kepada Gubernur

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WIB

MBG Tetap Jadi Program Prioritas Pemerintah Prabowo Usai Kepala BGN Diganti

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:10 WIB

Masyarakat Sebaiknya Menghindari Tiga Lokasi di Kawasan Jakarta Pusat Siang Ini

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:13 WIB

Kecongkakan Makan Siang, Pintu Kuliah Menggedor Meja Sang Utusan

Berita Terbaru