450 Tokoh Yahudi Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel atas Genosida di Gaza

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Lebih dari 450 tokoh Yahudi dari berbagai negara menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional menjatuhkan sanksi terhadap Israel atas dugaan genosida di Jalur Gaza. Seruan itu dituangkan dalam surat terbuka yang memuat tanda tangan mantan pejabat Israel, peraih Oscar, penulis, dan aktivis hak asasi manusia.

Beberapa tokoh yang menandatangani surat tersebut antara lain mantan juru bicara Knesset, Avraham Burg; penulis asal Inggris Michael Rosen; sutradara peraih Oscar Jonathan Glazer; penulis Naomi Klein; dan aktor Wallace Shawn.

“Kami tidak lupa begitu banyak hukum, piagam, dan konvensi yang ditetapkan untuk melindungi kehidupan manusia diciptakan sebagai respons terhadap Holocaust,” tulis mereka dalam surat yang dikutip The Guardian. “Perlindungan tersebut telah dilanggar tanpa henti oleh Israel.”

Seruan Kepatuhan Hukum Internasional

Dalam surat itu, para tokoh Yahudi menyerukan para pemimpin dunia untuk mematuhi putusan Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), menolak keterlibatan dalam pelanggaran hukum internasional melalui pengiriman senjata ke Israel, serta memastikan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza terus mengalir.

Mereka menyebut, bukti-bukti yang ada menunjukkan tindakan Israel memenuhi definisi hukum internasional tentang genosida. Para penandatangan juga menolak tuduhan antisemitisme terhadap pihak-pihak yang menyerukan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.

“Solidaritas kami dengan Palestina bukanlah pengkhianatan terhadap Yudaisme, melainkan pemenuhan nilai-nilai kemanusiaan,” tulis mereka.

Surat tersebut mengutip ajaran moral Yahudi yang menyebut, menghancurkan satu nyawa sama dengan menghancurkan seluruh dunia. “Tidak ada pengecualian bagi Palestina. Kami tidak akan berhenti sampai gencatan senjata berlanjut dan pendudukan serta apartheid berakhir,” demikian pernyataan mereka.

Agresi dan Dampak Kemanusiaan

Agresi Israel terhadap Palestina dimulai sejak Oktober 2023. Serangan udara dan darat menghantam berbagai wilayah sipil, termasuk rumah sakit, tempat ibadah, dan kamp pengungsian.

Berdasarkan data lembaga kemanusiaan internasional:

  • Lebih dari 68.000 orang tewas di Jalur Gaza,

  • 177.000 orang terluka,

  • Jutaan warga mengungsi, dan

  • Ratusan ribu rumah serta fasilitas publik hancur.

Meski Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata fase pertama, pelanggaran terhadap kesepakatan itu terus terjadi. Pasukan Israel dilaporkan masih melancarkan serangan di sejumlah wilayah Gaza.

Surat terbuka para tokoh Yahudi itu menjadi salah satu seruan moral paling keras dari dalam komunitas Yahudi global untuk menghentikan kekerasan dan mengembalikan nilai kemanusiaan di Palestina. (ihd)

Berita Terkait

Komnas HAM Dalami Kondisi Medis Andrie Yunus, RSCM Beri Penjelasan Komprehensif
Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata
Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan
Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan
KPK Rutankan Kembali Yaqut Seiring Agenda Pemeriksaan Lanjutan
Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras
Contraflow KM 70–36 Tol Japek Diberlakukan, Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran
Yaqut Jalani Tes Kesehatan di RS Polri Sebelum Dikembalikan KPK ke Rutan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:41 WIB

Komnas HAM Dalami Kondisi Medis Andrie Yunus, RSCM Beri Penjelasan Komprehensif

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:45 WIB

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:51 WIB

Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:50 WIB

Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:21 WIB

KPK Rutankan Kembali Yaqut Seiring Agenda Pemeriksaan Lanjutan

Berita Terbaru