Wamendagri: Maksimalkan Pengelolaan PLBN untuk Kesejahteraan Ekonomi

Sabtu, 17 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Sanggau – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo mengajak masyarakat di wilayah perbatasan untuk meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah dibangun. Hal ini disampaikan Wempi usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Pasar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (17/8/2024).

“Mari kita ajak warga masyarakat kalau fasilitas sudah terbangun dengan baik, kita hidupkan ekonomi di wilayah perbatasan. Jadi semangat kita usia kemerdekaan ke-79 bahwa tidak hanya [diisi dengan kegiatan] seremoni, tapi isi kemerdekaan dengan ekonomi sejahtera secara masif khususnya di wilayah perbatasan,” katanya.

Dari semua fasilitas pendukung ekonomi yang sudah dibangun, Wempi menegaskan masih terdapat beberapa fasilitas penting yang harus diperhatikan, salah satunya terkait dengan perbankan. Wempi menilai saat ini hanya ada beberapa bank yang menjangkau wilayah PLBN Entikong, sehingga perputaran mata uang rupiah kurang berjalan dengan baik.

“Saya dengar juga transaksi itu masih menggunakan dana ringgit Malaysia tapi juga rupiah, dan ke depan bagaimana meningkatkan kualitas tata kelola pemanfaatan uang rupiah itu semakin banyak,” ujarnya.

Pemanfaatan transaksi menggunakan mata uang rupiah, lanjut Wempi, merupakan faktor penting. Sebab, rupiah adalah bentuk jati diri negara Indonesia. Karena itu, dirinya meminta berbagai pihak untuk mencari solusi bersama agar warga asing yang ingin bertransaksi di perbatasan tetap menggunakan mata uang rupiah.

“Ke depan bagaimana meningkatkan kualitas tata kelola pemanfaatan uang rupiah itu semakin banyak, sehingga saudara-saudara dari luar transaksi di sini pun dilaksanakan menggunakan rupiah, karena itu transaksi jati diri bangsa kita,” tegasnya.

Tak hanya terkait rupiah, Wempi berharap ke depan pengelolaan PLBN dapat dimaksimalkan, baik dari sumber daya manusia (SDM) maupun pelayanan, sehingga berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

“Kurang lebih 15 PLBN bisa kita maksimal dan pengelolaan yang baik kesejahteraan SDM perbatasan, baik dari BNPP sendiri juga ada dari keimigrasian, kekarantinaan, bisa kita secara holistik bersama untuk membangun pengelolaan wilayah perbatasan lebih kokoh ke depan,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana
Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja
Integrasi Madrasah hingga Kampus, Kemenag Perkuat Ekosistem UIII di Depok

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 13:15 WIB

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana

Jumat, 3 April 2026 - 16:36 WIB

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Kamis, 2 April 2026 - 20:19 WIB

Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum

Berita Terbaru