Wagub Banten: Penanganan Kemiskinan Butuh Data Akurat dan Kolaborasi Lintas Sektor

Rabu, 23 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Dialog Kebangsaan dengan tema Sinergi Kolaborasi dalam Program Pengentasan Kemiskinan serta Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Kegiatan Dialog Kebangsaan dengan tema Sinergi Kolaborasi dalam Program Pengentasan Kemiskinan serta Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

JENDELANUSANTARA.COM, Serang – Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah mengatakan dalam penanganan kemiskinan pemerintah perlu memiliki data yang akurat. Perlu kolaborasi dan sinergi para pihak dalam penanganan kemiskinan.

Hal itu diungkap Dimyati pada Dialog Kebangsaan dengan tema Sinergi Kolaborasi dalam Program Pengentasan Kemiskinan serta Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus Sindangsari, Pabuaran, Jl Raya Palka Km 3, Sindangsari, Kabupaten Serang, Rabu (23/4/2025).

Menurutnya dalam penanganan kemiskinan setidaknya ada lima pihak yang harus berkolaborasi dan sinergi. Pihak pertama adalah pemerintah yang harus punya data yang akurat dalam menyelesaikan permasalahan. Kedua adalah para pemangku kepentingan bisa betul betul bersama menyelesaikan. Ketiga adalah masyarakat. Keempat adalah akademisi dengan kajian-kajiannya. Serta kelima adalah media sosial untuk menyuarakan.

Dalam penanganan kemiskinan, tegas Dimyati, program tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri.

Dikatakan, saat berkeliling Provinsi Banten, dirinya mulai menyisir.
Jangan sampai ada rumah tidak layak huni (RTLH), jangan sampai ada orang sakit tidak diobati, jangan sampai ada orang yang kelaparan, jangan sampai ada anak yang tidak sekolah, jangan sampai ada gembel pengamen (gepeng) di perempatan lampu merah, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Semoga kedatangan Pak Wamensos menambah spirit penanganan kemiskinan di Provinsi Banten,” ucap Dimyati. .

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono tekankan data yang akurat dalam penanganan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Dikatakan, pada September 2024, persentase penduduk miskin Indonesia sebesar 8,57 persen. Jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,06 juta jiwa atau 8 538 583 keluarga. Sebanyak 52,45 persen penduduk miskin ada di Pulau Jawa. Mayoritas bekerja di sektor pertanian.

Dalam penanganan kemiskinan, jelas Wamens Agus Jabo, Kementerian Sosial RI menyeimbangkan antara bantuan langsung dan pemberdayaan terhadap masyarakat miskin. (Sya)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Kapolda Banten: Program 1 Desa 2 Hektare Dorong Ketahanan Pangan Nasional
Selama Mudik Lebaran, Masyarakat Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi di Banten
Idul Fitri Aman? Polda Banten Gelar Pra-Operasi Ketupat 2026
Banjir Rendam Puluhan Wilayah di Banten, Wagub Instruksikan Penanganan Cepat
Gubernur Banten Dorong Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Gratis
Pererat Silaturahmi Ramadan, PUB Gelar Bukber Bersama Gubernur dan Tokoh Banten
Perkenalkan Seni Kaligrafi Sejak Dini, FKPQ Pandeglang Gelar Lomba Mewarnai Anak
Hati-hati! Ini Imbauan Polisi di Pelabuhan Merak

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:21 WIB

Selama Mudik Lebaran, Masyarakat Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi di Banten

Senin, 9 Maret 2026 - 11:52 WIB

Idul Fitri Aman? Polda Banten Gelar Pra-Operasi Ketupat 2026

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:42 WIB

Banjir Rendam Puluhan Wilayah di Banten, Wagub Instruksikan Penanganan Cepat

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:48 WIB

Gubernur Banten Dorong Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Gratis

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:38 WIB

Pererat Silaturahmi Ramadan, PUB Gelar Bukber Bersama Gubernur dan Tokoh Banten

Berita Terbaru