Tito Dorong Percepatan Rehab-Rekon Sumatera Lewat Pengawalan Penyaluran Anggaran K/L

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal penyaluran dan percepatan realisasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) kepada kementerian/lembaga (K/L) terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anggaran yang telah disetujui pemerintah dapat segera direalisasikan menjadi program pemulihan di lapangan.

Hal itu ditekankan Tito dalam Rapat Satgas PRR Pascabencana Sumatera terkait Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Ruang Rapat Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Tito menegaskan, percepatan penyaluran anggaran menjadi perhatian karena waktu pelaksanaan program tahun ini semakin terbatas. Pemerintah telah menetapkan dukungan anggaran rehab-rekon pascabencana Sumatera yang dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan 33 K/L.

Menurutnya, sebagian besar K/L utama telah memperoleh persetujuan anggaran dan mulai bergerak melaksanakan program di daerah terdampak. Namun, masih terdapat sejumlah K/L yang anggarannya belum disetujui karena memerlukan kelengkapan dokumen pendukung dan rincian program yang lebih jelas.

“Jadi tolong bagi rekan-rekan PIC (penanggung jawab) yang belum approve ini prestasi rekan-rekan adalah bagaimana caranya bisa ngegolin ini dengan menunjukkan meyakinkan dokumennya lengkap,” ujarnya.

Guna mempercepat proses tersebut, Tito meminta jajaran Posko Satgas PRR bersama para PIC K/L melakukan koordinasi secara intensif dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Anggaran. Koordinasi diperlukan agar setiap kendala pengajuan dapat segera diselesaikan.

Di sisi lain, Tito meminta K/L yang anggarannya telah disalurkan untuk segera melaksanakan program. Ia menyebutkan sejumlah program rehab-rekon yang saat ini telah berjalan, seperti di sektor pekerjaan umum, pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkungan hidup, agama, kehutanan, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain mengawal anggaran K/L, Satgas PRR juga akan memastikan dukungan anggaran kepada pemerintah daerah (Pemda) digunakan untuk menangani dampak bencana. Pemda terdampak sebelumnya memperoleh berbagai tambahan dukungan anggaran, salah satunya Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun.

Tito menekankan, tambahan anggaran tersebut harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang belum dapat dijangkau oleh pemerintah pusat. “Fokusnya adalah masalah-masalah kebencanaan,” jelas Tito.(lsi)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Minta Pemda Siaga dan Hindari Kepanikan
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berhenti, Ancaman Letusan Susulan Masih Tinggi
Mendagri Tito Karnavian Dorong Program Bedah Rumah Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Cari Akar Persoalan, Sekjen Kemendagri Minta Tim Pemantauan Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong KDKMP Jadi Pusat Ekonomi Desa Terintegrasi
Anak Krakatau Bentuk Kubah Lava Baru Pasca Runtuhan Tubuh Gunung
Bangun Generasi Sehat, Ketum TP PKK Dorong Pelajar SMAN 2 Ternate Terapkan Pola Hidup Sehat
Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Kreatif Gali Pajak Tanpa Tekan Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:46 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Minta Pemda Siaga dan Hindari Kepanikan

Minggu, 6 September 2026 - 19:21 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berhenti, Ancaman Letusan Susulan Masih Tinggi

Sabtu, 5 September 2026 - 20:14 WIB

Mendagri Tito Karnavian Dorong Program Bedah Rumah Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Sabtu, 5 September 2026 - 17:58 WIB

Cari Akar Persoalan, Sekjen Kemendagri Minta Tim Pemantauan Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sabtu, 5 September 2026 - 17:49 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong KDKMP Jadi Pusat Ekonomi Desa Terintegrasi

Berita Terbaru