Tingkatkan Kualitas Kebijakan Publik, BSKDN Kemendagri Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Inha Korea Selatan

Rabu, 13 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjajaki kerja sama dengan Universitas Inha Korea Selatan untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik, salah satunya melalui pelaksanaan short course bagi para pegawai BSKDN. Program tersebut rencananya akan dilaksanakan di Universitas Inha pada 24 Juni sampai dengan 2 Juli 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat memimpin Audiensi Tindak Lanjut Rencana Kerja Sama BSKDN dengan Universitas Inha di Ruang Video Conference Kantor BSKDN, Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Lebih lanjut, Yusharto berharap kerja sama tersebut dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan keterampilan untuk memacu terciptanya inovasi kebijakan yang mendukung pembangunan keberlanjutan di Indonesia. “Kita bisa jadikan ini untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman dari Universitas Inha dalam pengembangan kebijakan publik yang efektif dan efisien,” terang Yusharto.

Dia menambahkan, peserta short course tersebut tidak hanya para pegawai BSKDN, melainkan juga pegawai dari lembaga lainnya meliputi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri. “Terkait pesertanya kita akan konsolidasikan kembali agar masing-masing lembaga mendapatkan alokasi sebanyak kurang lebih 7 orang,” jelasnya.

Yusharto menjelaskan, materi substansi short course tersebut menitikberatkan pada analisis kebijakan publik dan studi komparasi dengan mencermati tata kelola Kota Incheon, serta menganalisis bentuk koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di Korea Selatan. “Incheon juga didaulat sebagai smart city sehingga titik fokus komparasi juga berkaitan dengan tata kelola digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, delegasi dari Universitas Inha Myeong Seunghwan mengatakan pihaknya menyambut baik kesempatan kerja sama dengan BSKDN. Dia berharap melalui kerja sama tersebut peran analis kebijakan dapat semakin kuat sehingga kualitas kebijakan publik yang diputuskan dapat semakin efektif bagi masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Kami berharap dapat berbagi pengetahuan dan praktik terbaik kami dengan BSKDN untuk membantu memperkuat kapasitas mereka dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Film “Dalam Sujudku” Siap Tayang 16 April 2026, Angkat Kisah Nyata Penuh Emosi dan Pesan Spiritual
Transformasi RS UIN, Menag: Jadi Pusat Keunggulan Medis dan Pendidikan
Pemerintah Perkuat Pemulihan Sosial melalui Rehabilitasi Rumah Ibadah
Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran
Kebijakan WFH-WFO ASN Dorong Efisiensi dan Kinerja Berbasis Teknologi
Wamendagri Bima Arya Tekankan Efisiensi Energi melalui Kebijakan WFH ASN
Program 3 Juta Rumah Dorong Akses Hunian Layak bagi MBR
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinkronisasi Pembangunan Kawasan Pemerintahan Papua Pegunungan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:29 WIB

Film “Dalam Sujudku” Siap Tayang 16 April 2026, Angkat Kisah Nyata Penuh Emosi dan Pesan Spiritual

Sabtu, 11 April 2026 - 18:07 WIB

Transformasi RS UIN, Menag: Jadi Pusat Keunggulan Medis dan Pendidikan

Sabtu, 11 April 2026 - 13:34 WIB

Pemerintah Perkuat Pemulihan Sosial melalui Rehabilitasi Rumah Ibadah

Sabtu, 11 April 2026 - 12:43 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran

Jumat, 10 April 2026 - 17:50 WIB

Kebijakan WFH-WFO ASN Dorong Efisiensi dan Kinerja Berbasis Teknologi

Berita Terbaru