SMPN 5 Yogyakarta Gandeng FKIK UMY untuk Pelatihan Resusitasi Jantung Paru dan Penanganan Cedera

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) memperkuat literasi kegawatdaruratan pelajar melalui penyuluhan dan pelatihan praktis di SMPN 5 Yogyakarta, Jumat (27/2/2026).

Sebanyak 40 siswa bersama pendamping Unit Kesehatan Sekolah (UKS) mengikuti kegiatan yang digelar di laboratorium serbaguna sekolah tersebut.

Dalam kegiatan ini, para siswa mendapat tiga materi utama, yakni penanganan awal luka dan cedera oleh dr. Fadli Robby Amsriza, MMR, Sp.B, penanganan kegawatdaruratan dan epistaksis atau mimisan oleh dr. Rizka Fahriani, MMR, Sp.THT-KL, serta tatalaksana kegawatdaruratan oleh dr. Nova Maryani, MMR, Sp.An-TI dan dr. Yusda Kris Sari Wijaya, Sp.An-TI.

Para peserta juga mengikuti pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman sebelum dan setelah pelatihan.

Tidak hanya mendengarkan materi, siswa juga langsung mempraktikkan penanganan luka lecet, memar, sobek, hingga terkilir menggunakan alat peraga manekin berbahan lateks.

Mereka juga dilatih melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan pemberian napas buatan. Para peserta tampak antusias mencoba keterampilan dasar tersebut secara bergantian.

Kepala SMPN 5 Yogyakarta, Siti Arina Budiastuti, S.Pd., M.Pd BI mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia berharap pelatihan ini membuat siswa lebih sigap menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim UMY atas kegiatan ini. Semoga anak-anak menjadi lebih cepat tanggap menghadapi kejadian kegawatdaruratan, baik menolong temannya maupun menolong dirinya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Rasya Pradipta, siswa kelas 7 yang menjadi peserta pelatihan, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

“Selama ini kalau ada yang luka langsung saja kita bawa ke UKS, jadi penanganannya kurang cepat.

‎”Setelah penyuluhan ini kami jadi lebih tenang menangani korban dan bisa menjaga stabilitasnya. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

(waw)

Berita Terkait

Penghargaan untuk Almarhum Ustaz Muhammad Jazir ASP Tegaskan Peran Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tanpa Sekat Agama, Relawan GPM SAT-SET Bangun Persaudaraan Melalui Buka Puasa Bersama
Kirab “Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan” Tegaskan Komitmen Katentreman Yogyakarta
Komedi dan Refleksi Transisi Usia 30, Priska Baru Segu Gelar Show di Sahid Yogyakarta
Lintas Sektor Didorong Terlibat, DPRD Kota Yogyakarta Komitmen Wujudkan Zero Stunting
Konsep Event-Based Outlet, Mexican Corner Sukses Tarik Perhatian Pengunjung Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta
Didukung Musisi Lokal, Band Ruzan & Vita Sukses Hidupkan Konsep Silent Gigs
Festival Lintas Etnis PBTY 2026 Perkuat Nilai Toleransi dan Kebersamaan di Yogyakarta

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:40 WIB

Penghargaan untuk Almarhum Ustaz Muhammad Jazir ASP Tegaskan Peran Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:08 WIB

Tanpa Sekat Agama, Relawan GPM SAT-SET Bangun Persaudaraan Melalui Buka Puasa Bersama

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:19 WIB

Kirab “Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan” Tegaskan Komitmen Katentreman Yogyakarta

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:44 WIB

Komedi dan Refleksi Transisi Usia 30, Priska Baru Segu Gelar Show di Sahid Yogyakarta

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:19 WIB

Lintas Sektor Didorong Terlibat, DPRD Kota Yogyakarta Komitmen Wujudkan Zero Stunting

Berita Terbaru