JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) mendatangi kediaman keluarga almarhum Ustadz Muhammad Jazir ASP, Senin (9/2/2026) malam. Melalui kunjungan silaturahmi itu, MES DIY menyampaikan takziah sekaligus niat resmi memberikan Penganugerahan Pengabdian dan Keteladanan Ekonomi Umat.
“Kami datang untuk menyampaikan duka secara langsung sekaligus menghormati kontribusi almarhum yang dampaknya sangat luas,” ujar Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid.
Menurut Edy, Ustadz Jazir bukan sekadar dai, melainkan inovator sosial yang berhasil mentransformasi masjid menjadi pusat pemberdayaan umat.
“Peran almarhum bukan peran biasa. Gagasannya bekerja nyata, menguatkan fungsi masjid sebagai pusat sosial dan ekonomi. Sebagai ekonom, saya melihat ini sebagai inovasi sosial yang penting dan relevan,” kata Edy.
Oleh karena itu, lanjut dia, MES DIY memandang perlu memberi penghargaan agar nilai keteladanan tersebut terus hidup.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina MES DIY, Drs. Herry Zudianto, menegaskan bahwa kekuatan almarhum terletak pada kesederhanaan gagasan yang dijalankan secara konsisten.
“Kita kehilangan sosok umat. Idenya sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Apa yang dirintis beliau seharusnya diteruskan dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia menilai model pengelolaan Masjid Jogokariyan telah mengubah cara pandang banyak pihak tentang peran strategis masjid.
MES DIY juga memastikan penganugerahan tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (27/2/2026) bertepatan dengan agenda Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) dan buka puasa bersama.
Momentum itu, menurut Sekretaris Umum MES DIY Dandan Hermawan, dipilih agar penghargaan diberikan secara terbuka dan menjadi inspirasi bersama.
“Kami ingin warisan pemikiran almarhum dikenang sebagai gerakan, bukan sekadar seremoni,” katanya.
Menanggapi kunjungan tersebut, istri almarhum, Sri Amini Yuni Astuti, menyampaikan rasa haru atas perhatian MES DIY.
“Kami sangat terharu dan mengapresiasi niat baik ini. Insyaallah keluarga akan hadir. Kami juga memohon maaf jika ada kekhilafan almarhum semasa hidup,” tuturnya.
Putra almarhum, Haidar, menambahkan bahwa keluarga berkomitmen melanjutkan perjuangan tersebut, salah satunya melalui rencana pembentukan Jogokariyan Institute sebagai pusat pelatihan tata kelola masjid berbasis pemberdayaan umat.(waw)













