Silaturahmi Takziah, MES DIY Tegaskan Warisan Pemikiran Almarhum Ustadz Jazir

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) mendatangi kediaman keluarga almarhum Ustadz Muhammad Jazir ASP, Senin (9/2/2026) malam. Melalui kunjungan silaturahmi itu, MES DIY menyampaikan takziah sekaligus niat resmi memberikan Penganugerahan Pengabdian dan Keteladanan Ekonomi Umat.
‎“Kami datang untuk menyampaikan duka secara langsung sekaligus menghormati kontribusi almarhum yang dampaknya sangat luas,” ujar Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid.

Menurut Edy, Ustadz Jazir bukan sekadar dai, melainkan inovator sosial yang berhasil mentransformasi masjid menjadi pusat pemberdayaan umat.
‎“Peran almarhum bukan peran biasa. Gagasannya bekerja nyata, menguatkan fungsi masjid sebagai pusat sosial dan ekonomi. Sebagai ekonom, saya melihat ini sebagai inovasi sosial yang penting dan relevan,” kata Edy.

Oleh karena itu, lanjut dia, MES DIY memandang perlu memberi penghargaan agar nilai keteladanan tersebut terus hidup.
‎Sementara itu, Ketua Dewan Pembina MES DIY, Drs. Herry Zudianto, menegaskan bahwa kekuatan almarhum terletak pada kesederhanaan gagasan yang dijalankan secara konsisten.
‎“Kita kehilangan sosok umat. Idenya sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Apa yang dirintis beliau seharusnya diteruskan dan dikembangkan,” ujarnya.

Ia menilai model pengelolaan Masjid Jogokariyan telah mengubah cara pandang banyak pihak tentang peran strategis masjid.
‎MES DIY juga memastikan penganugerahan tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (27/2/2026) bertepatan dengan agenda Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) dan buka puasa bersama.
‎Momentum itu, menurut Sekretaris Umum MES DIY Dandan Hermawan, dipilih agar penghargaan diberikan secara terbuka dan menjadi inspirasi bersama.
‎“Kami ingin warisan pemikiran almarhum dikenang sebagai gerakan, bukan sekadar seremoni,” katanya.

Menanggapi kunjungan tersebut, istri almarhum, Sri Amini Yuni Astuti, menyampaikan rasa haru atas perhatian MES DIY.
‎“Kami sangat terharu dan mengapresiasi niat baik ini. Insyaallah keluarga akan hadir. Kami juga memohon maaf jika ada kekhilafan almarhum semasa hidup,” tuturnya.
‎Putra almarhum, Haidar, menambahkan bahwa keluarga berkomitmen melanjutkan perjuangan tersebut, salah satunya melalui rencana pembentukan Jogokariyan Institute sebagai pusat pelatihan tata kelola masjid berbasis pemberdayaan umat.(waw)

Berita Terkait

Prof. Edy Suandi: Ketersediaan Pangan Tanpa Daya Beli Tidak Efektif
Crystal Lotus Hotel Yogyakarta Luncurkan Paket Menginap dan Iftar Selama Ramadhan 2026
HAPI Prioritaskan Penguatan Sosialisasi Bantuan Hukum melalui Rakernas 2026
Lonjakan Penumpang Diprediksi Pertengahan Maret, Tiket Awal Lebaran Masih Aman
Energi Berani dan Lirik Tegas, Winda Permata Hadirkan “Dasar Kamu” sebagai Pernyataan Sikap
Menjelang Imlek, Relawan SAT SET Gotong Royong Bersihkan Kelenteng Fuk Ling Miau
Dua Petani Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk Sawah
Ngampem Bareng, Ruang Perjumpaan Budaya dan Toleransi Warga Kampung Miliran

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:18 WIB

Prof. Edy Suandi: Ketersediaan Pangan Tanpa Daya Beli Tidak Efektif

Senin, 9 Februari 2026 - 21:00 WIB

Crystal Lotus Hotel Yogyakarta Luncurkan Paket Menginap dan Iftar Selama Ramadhan 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 20:35 WIB

Silaturahmi Takziah, MES DIY Tegaskan Warisan Pemikiran Almarhum Ustadz Jazir

Senin, 9 Februari 2026 - 20:13 WIB

HAPI Prioritaskan Penguatan Sosialisasi Bantuan Hukum melalui Rakernas 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 20:02 WIB

Lonjakan Penumpang Diprediksi Pertengahan Maret, Tiket Awal Lebaran Masih Aman

Berita Terbaru