Sengketa Tanah Sekolah, Ratusan Murid SDN Gerendong 1 Terancam Terganggu Proses Belajar

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Pandeglang – Sebanyak 188 orang murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gerendong 1 yang berada di Kampung Gerendong, Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten tidak bisa memasuki sekolah karena gedung sekolah disegel pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Alhasil, ratusan murid tersebut hanya bisa berkumpul di luar sekolah.

Pantauan awak media di lokasi, ratusan murid ini hanya bisa berkeliaran karena gerbang sekolah dipasangi spanduk bertuliskan ‘tanah ini milik ahli waris H. Isa bin Sumatri’ dan dipasangi gembok oleh salah satu anak ahli waris.

Kepala sekolah beserta dewan guru hanya bisa menenangkan situasi dengan membawa murid ke salah satu rumah yang berada di depan gedung sekolah. Sambil menunggu kejelasan, ratusan murid tersebut diajak bersalawat oleh dewan guru.

Kepala SDN 1 Gerendong, Karniti mengaku sebelum disegel dari pihak sekolah dan ahli waris sudah beberapa kali melakukan pertemuan terkait status tanah SDN Gerendong 1. Ia juga mengaku sudah melaporkan hasil pertemuan tersebut ke Pemda Pandeglang.

“Sudah ada musawarah pihak sekolah dan pihak ahli waris (rapat), bahkan sudah beberapa kali namun ini mungkin antara ahli waris dengan pihak pemerintah. Katanya ada bukti jual beli dari pemilik lama pak H. Ujang sama ahli waris. Itulah, kami ini tidak ada bukti hibah atau gimana pas tahunya tanah ini jual beli antara Haji Isa dengan Haji Ujang,” kata Karniti, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, pihak sekolah, kepala desa dan Forkopimcam masih melakukan upaya komunikasi dengan ahli waris agar gerbang sekolah bisa dibuka untuk sementara dan siswa bisa kembali belajar. Namun jika kondisi tersebut masih berlangsung, kemungkinan besar pihak sekolah akan berinsiatif memindahkan ratusan murid ini ke lokasi sementara.

“Kami masih berupaya karena kasihan kalau diliburkan. (Kalau ini masih disegel) Kami dengan pak Kades akan berinsiatif dipindahkan sementara mungkin ke madrasah atau ke Gedung PGRI. (Belajar di rumah warga) Itu untuk mengisi kekosongan saja karena kasian anak-anak, nanti kena mental anak-anak,” ungkapnya.

Dirinya berharap masalah ini cepat bisa diselesaikan dan menghasilkan solusi yang terbaik agar nasib ratusan murid tidak terbengkalai. “Mudah-mudahan cepat terselesaikan karena kasihan sama anak-anak,” tutupnya. (Denni)

Berita Terkait

Presiden Komitmen Jaga Keberlanjutan Ekonomi Media Massa
Polda Banten Ajak Pelajar SMP Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja
Kapolda Banten Tegaskan Komitmen Bersama Tangani Sampah Lewat Gerakan Indonesia Asri
Gubernur Banten Andra Soni Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Sampah Lewat Gerakan Banten ASRI
Melalui Drag Race dan Kegiatan Sosial, Tb. Bambang Saefullah Perkenalkan Pandeglang Secara Nasional
Wagub Achmad Dimyati Resmikan Peletakan Batu Pertama Museum SMSI
Pencairan Gaji P3K Paruh Waktu di Pandeglang Masih Berproses di Sejumlah OPD
HPN 2026 di Banten Jadi Ajang Konsolidasi Insan Pers dan Dialog Kebudayaan Nasional

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 11:00 WIB

Polda Banten Ajak Pelajar SMP Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Senin, 9 Februari 2026 - 09:16 WIB

Kapolda Banten Tegaskan Komitmen Bersama Tangani Sampah Lewat Gerakan Indonesia Asri

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:54 WIB

Gubernur Banten Andra Soni Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Sampah Lewat Gerakan Banten ASRI

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:30 WIB

Melalui Drag Race dan Kegiatan Sosial, Tb. Bambang Saefullah Perkenalkan Pandeglang Secara Nasional

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:30 WIB

Wagub Achmad Dimyati Resmikan Peletakan Batu Pertama Museum SMSI

Berita Terbaru