JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Sejumlah perjalanan kereta api menuju wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengalami keterlambatan akibat anjloknya KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir di emplasemen Stasiun Pegaden Baru, Subang, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025) sekitar pukul 15.47 WIB.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko menyampaikan, hingga Jumat malam, sedikitnya tujuh kereta api mengalami keterlambatan dengan durasi bervariasi, tergantung posisi keberadaan saat peristiwa terjadi. Keterlambatan terlama dialami KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen yang tertahan 90 menit di Stasiun Cirebon.
“KA 61 Sembrani relasi Surabaya Gubeng–Gambir terlambat 72 menit di Stasiun Cipunegara. KA 259 Tawangjaya dari Semarang Poncol menuju Pasar Senen tertahan 80 menit di Stasiun Terisi. Sementara KA Gaya Baru Malam Selatan dan KA Cakrabuana mengalami keterlambatan 51 dan 30 menit di Cirebon dan Jatibarang,” kata Ixfan di Jakarta.
Kereta lain yang ikut terdampak adalah KA Argo Semeru (terlambat 14 menit di Cirebon Prujakan), KA Sawunggalih (6 menit di Sindanglaut), serta KA Argo Merbabu (21 menit di Cirebon). Sementara itu, KA Tegal Bahari, Argo Anjasmoro, Tawangjaya Premium, Gunungjati, dan Matarmaja masih melaju sesuai jadwal di berbagai stasiun wilayah tengah.
Sebagai langkah antisipasi, KAI mengalihkan jalur KA 38 Brawijaya relasi Gambir–Malang melalui lintas selatan, yakni Cikampek–Purwakarta–Bandung–Kroya–Cirebon, untuk menghindari keterlambatan yang lebih panjang.
KA Argo Bromo Anggrek yang menjadi sumber gangguan dilaporkan anjlok di jalur hulu dan hilir di wilayah Daop 3 Cirebon. Seluruh penumpang kereta telah dievakuasi dengan bus menuju stasiun tujuan terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“KAI menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan dan terus melakukan upaya percepatan evakuasi serta normalisasi lintas agar perjalanan kembali lancar,” ujar Ixfan. (ihd)













