Sebagian Sungai Terdampak Berhasil Dinormalisasi, Pemerintah Genjot Pemulihan di Sumatera

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasatgas PRR Tito Karnavian menunjukkan sungai terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

Kasatgas PRR Tito Karnavian menunjukkan sungai terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

JENDELANUSANTARA.COM, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan progres normalisasi sungai dan muara terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Data Satgas PRR pada 5 April mencatat, dari total 79 sungai nasional terdampak di tiga provinsi, 38 di antaranya telah berhasil dinormalisasi oleh pemerintah pusat atau mencapai persentase 48 persen. Sementara dari total 43 sungai daerah, sebanyak 16 di antaranya telah berhasil dinormalisasi pemerintah daerah atau mencapai persentase 37 persen.

Adapun rinciannya, di Aceh, dari 24 sungai nasional yang terdampak sebanyak 13 diantaranya berhasil dinormalisasi. Sementara dari tujuh sungai daerah yang terdampak dua di antaranya berhasil dinormalisasi. Di Sumut, dari 23 sungai nasional yang terdampak empat di antaranya telah berhasil dinormalisasi. Sementara dari 25 sungai daerah yang terdampak sepuluh di antaranya berhasil dinormalisasi.

Kemudian di Sumbar, dari 32 sungai nasional yang terdampak sebanyak 21 diantaranya berhasil dinormalisasi. Sementara dari 11 sungai daerah yang terdampak, empat di antaranya telah berhasil dinormalisasi.

Capaian ini juga sejalan dengan normalisasi muara yang berangsur menunjukkan progres, dengan rincian dari total 38 muara terdampak di tiga provinsi, sebanyak 10 muara di antaranya sudah berhasil dinormalisasi atau mencapai persentase 26 persen. Sementara 28 muara lainnya sedang dalam proses normalisasi.

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan sebagian besar sungai di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi terdampak, mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan perlu segera dinormalisasi.

Menurut Tito, pendangkalan atau sedimentasi sungai terdampak memerlukan normalisasi jangka panjang. Terlebih, puluhan sungai yang terdampak memiliki kondisi kerusakan bervariasi, mulai dari sedimentasi berat, kerusakan tanggul, hingga perubahan alur sungai.

“Saya perkirakan paling cepat betul 2 tahun, bisa 3 tahun. Kita ingat zaman BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh-Nias dulu selesainya 5 tahun, ditambah transisi 3 tahun. Nah ini, sungai ada 79 yang dikerjakan pusat, daerah mengerjakan 43.(Sebanyak) 38 sudah dikerjakan (pemerintah pusat), 16 sedang ditangani (pemda), masih ada yang belum,” kata Tito di Jakarta, Senin (23/3).

Kendati demikian, Tito berkomitmen akan tetap mempercepat normalisasi sungai dan muara di tiga daerah terdampak. Sebab, jika sungai dan muara terlampau lama dibiarkan mengalami sedimentasi, maka akan memicu perluasan banjir.

“Muara juga perlu dinormalisasi, kalau tidak terblokir nanti airnya. Muara saja jumlahnya 38 dan enggak kecil, luas-luas. Di Aceh Tamiang saja Pak Presiden (Prabowo Subianto) sudah langsung menugaskan kepada Pak Menhan (Menteri Pertahanan Syafrie Sjamsoeddin) dan Wakil Panglima TNI (Jenderal Tandyo Budi Revit). Untuk itu pun 4 km yang dibersihkan itu luas sekali,” kata Tito.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinkronisasi Pembangunan Kawasan Pemerintahan Papua Pegunungan
Pemerintah Perkuat Pembangunan Wilayah Perbatasan, Sitaro Jadi Prioritas
WFH Setiap Jumat, Kemenag Dorong ASN Bangun Budaya Kerja Adaptif dan Efisien
Buka Musrenbang, Mendagri Dorong Pemda Sulut Tingkatkan PAD Lewat Program Nasional
Pemanfaatan HGU Jadi Strategi Penyediaan Hunian Tetap Pascabencana Sumatera
Program Perumahan Rakyat di Sulut Didorong Tingkatkan Kesejahteraan dan PAD
Pemerintah Perkuat Konsolidasi Hadapi Tantangan Global dalam Rapat Kerja Nasional
Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta Meski Avtur Naik, Pemerintah Tahan Beban Jemaah

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 16:52 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinkronisasi Pembangunan Kawasan Pemerintahan Papua Pegunungan

Jumat, 10 April 2026 - 16:47 WIB

Pemerintah Perkuat Pembangunan Wilayah Perbatasan, Sitaro Jadi Prioritas

Jumat, 10 April 2026 - 15:39 WIB

WFH Setiap Jumat, Kemenag Dorong ASN Bangun Budaya Kerja Adaptif dan Efisien

Jumat, 10 April 2026 - 07:56 WIB

Sebagian Sungai Terdampak Berhasil Dinormalisasi, Pemerintah Genjot Pemulihan di Sumatera

Kamis, 9 April 2026 - 15:56 WIB

Buka Musrenbang, Mendagri Dorong Pemda Sulut Tingkatkan PAD Lewat Program Nasional

Berita Terbaru

Sumatera Selatan

Pulihkan Akses Warga, Pembangunan Jembatan Air Lawai B Resmi Dimulai

Jumat, 10 Apr 2026 - 19:53 WIB