Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi, Ini Tiga Penyebab Utama Keracunan

Kamis, 15 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta  — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengidentifikasi tiga penyebab utama keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni kontaminasi bahan pangan, pertumbuhan dan perkembangan bakteri, serta kegagalan pengendalian keamanan pangan. Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan program di masa mendatang.

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (15/5/2025), menyebutkan sebanyak 17 kejadian luar biasa (KLB) keracunan yang diduga terkait program MBG terjadi di 10 provinsi.

“Kontaminasi pangan ditemukan berasal dari bahan mentah, lingkungan pengolah, hingga proses distribusi. Ada makanan yang tidak terolah optimal karena terburu-buru, lalu lambat didistribusikan, sehingga memicu pertumbuhan bakteri,” ujar Taruna.

Ia menambahkan, aspek sanitasi dan higiene dapur juga perlu menjadi perhatian serius. Sejumlah dapur, menurut evaluasi awal, belum memenuhi standar dasar pengolahan makanan sehat dan aman.

Selain itu, BPOM juga mencatat sejumlah kendala teknis seperti ketidaksesuaian parameter uji laboratorium, data epidemiologi yang belum lengkap, serta belum optimalnya penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Dengan temuan tersebut, BPOM menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Taruna berharap BPOM dapat dilibatkan sejak tahap awal pengawasan penyusunan menu dan distribusi makanan dalam program MBG.

“Selama ini kami baru dilibatkan ketika sudah terjadi KLB. Kami berharap keterlibatan kami bersifat preventif, bukan sekadar responsif,” kata dia.

Taruna juga meminta dukungan DPR RI dalam memfasilitasi sinkronisasi kerja antara BPOM dan BGN guna memastikan keberlanjutan program MBG yang aman dan berkualitas bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. (ihd)

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian Cek Fasilitas Penumpang di Pelabuhan Merak Jelang Mudik
Kemenag Salurkan Dana Sosial Keagamaan Rp473 Miliar, Sasar 3 Juta Warga Miskin
Temui Para Lansia di Jayapura, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Penghuni Panti
Wamendagri Ribka Haluk Tinjau RSUD Yowari, Soroti Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan di Jayapura
Huntara Pascabencana Sumatera Hampir Rampung, Progres Capai 81 Persen
Teknologi Digital dan AI di Pendidikan Kini Punya Pedoman Resmi
Pemulihan Faskes Pascabencana Dipacu, 31 Ambulans Disalurkan
Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:05 WIB

Mendagri Tito Karnavian Cek Fasilitas Penumpang di Pelabuhan Merak Jelang Mudik

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:48 WIB

Kemenag Salurkan Dana Sosial Keagamaan Rp473 Miliar, Sasar 3 Juta Warga Miskin

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:09 WIB

Temui Para Lansia di Jayapura, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Penghuni Panti

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:57 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Tinjau RSUD Yowari, Soroti Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan di Jayapura

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:12 WIB

Huntara Pascabencana Sumatera Hampir Rampung, Progres Capai 81 Persen

Berita Terbaru