Bek Persib Bandung Eliano Reijnders merebut bola dari pemain Lion City Sailors pada laga kelima AFC Champions League Two di Stadion Bishan, Singapura, Rabu (26/11/2025). (Dok Persib)
JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta —Lembaga pemeringkatan sepak bola Foory Ranking merilis prediksi peta persaingan juara AFC Championship League Two (ACL 2) Amusim 2025/2026. Al Nassr’, klub asal Arab Saudi yang diperkuat Cristiano Ronaldo, muncul sebagai kandidat terkuat untuk ko mengangkat trofi pada akhir kompetisi.
JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Dalam prefiksi Foory Ranking, Al Nassr menempati peringkat teratas dengan peluang juara mencapai 44 persen pada AFC Championship League Two (ACL 2) musim 2025/2026. Angka itu terpaut jauh dari pesaing terdekatnya, Sepahan asal Iran, yang diprediksi memiliki peluang sebesar 13 persen. Sementara itu, klub Jepang Gamba Osaka menyusul di posisi ketiga dengan kans juara 12 persen.
Dominasi Al Nassr dalam proyeksi Footy Ranking menunjukkan kuatnya wakil Arab Saudi di kompetisi antarklub Asia level kedua tersebut, baik dari sisi kualitas skuad maupun pengalaman bertanding di level internasional.
Di sisi lain, satu-satunya wakil Indonesia di ACL 2 musim ini, Persib Bandung, masuk dalam kategori tim yang tidak diunggulkan. Klub berjuluk Maung Bandung itu hanya memiliki peluang sekitar satu persen untuk keluar sebagai juara turnamen.
Meski demikian, peluang Persib untuk melangkah ke fase berikutnya masih terbuka. Dalam persaingan menuju perempat final, Persib disebut sedikit lebih diunggulkan dibandingkan Ratchaburi FC dari Thailand. Persib diprediksi memiliki peluang lolos sebesar 53 persen, unggul tipis atas Ratchaburi yang berada di angka 47 persen.
AFC Champions League Two musim 2025/2026 menerapkan format pembagian wilayah barat dan timur. Skema ini memungkinkan terjadinya pertemuan lintas wilayah pada partai final. Dengan format tersebut, terbuka peluang terjadinya duel antara Persib Bandung dan Al Nassr apabila keduanya mampu melaju hingga laga puncak.
Kendati tidak masuk dalam daftar unggulan, Persib tetap memiliki ruang untuk membalikkan prediksi. Konsistensi permainan dan efektivitas strategi di setiap laga akan menjadi kunci bagi tim asuhan Bojan Hodak untuk menantang peta kekuatan yang telah diproyeksikan. (ihd)